 |
Berita Politik (Juli 2003) Konvensi Masa Depan Eropa telah mengakhiri tugasnya tanggal 11 Juli 2003 setelah bekerja secara intensif selama 16 bulan untuk menyusun Draft Konstitusi UE sesuai mandat yang diberikan oleh KTT Laeken, Desember 2001 lalu. Dimulai pada Februari 2002 lalu, sidang pleno Konvensi telah diselenggarakan sebanyak 26 kali dan selama ini telah diadakan sekitar 6.000 amandemen/perubahan.
Perubahan-perubahan atas Draft Konstitusi bahkan telah dilakukan oleh Presidium Konvensi pada saat-saat terakhir setelah Perancis melakukan lobby gencar selama bulan-bulan terakhir. Para pemimpin Konvensi Eropa akhirnya memasukkan amandemen yang memberikan negara-negara UE hak veto untuk hal-hal yang menyangkut kebudayaan. Amandemen tersebut memungkinkan Perancis maupun negara-negara UE lainnya memveto perundingan-perundingan dagang dengan negara-negara di luar UE, khususnya AS, di bidang produk-produk kebudayaan termasuk film dan musik. Simbol-simbol UE seperti bendera dan lagu kebangsaan UE akan tetap dimasukkan ke dalam teks, dan veto dari negara-negara anggota UE di bidang fiskal dan kebijakan luar negeri juga masih tetap dipertahankan.
Pada tanggal 18 Juli 2003, Presiden Konvensi Eropa, Giscard d'Estaing, membawa naskah Konstitusi UE yang baru ke Roma, sebagai simbol penyerahan tugasnya kepada Presidensi Itali. Dokumen tersebut diserahkan secara pribadi oleh Giscard d'Estaing kepada PM Itali, Silvio Berlusconi. Draft tersebut selanjutnya akan dibahas pada Inter-Governmental Conference (IGC) yang dijadwalkan akan berlangsung di Itali pada awal bulan Oktober mendatang. Sebagaimana diputuskan oleh KTT UE di Thessaloniki tanggal 19-20 Juni lalu, IGC harus merampungkan penyusunan Draft Konstitusi tersebut sebelum Pemilu Parlemen Eropa bulan Juni 2004.
Naskah Konstitusi yang memuat sekitar 4.000 pasal tersebut, harus memperoleh persetujuan negara-negara anggota UE pada IGC. Pada forum ini tantangan terbesarnya adalah mengupayakan kompromi negara-negara anggota masih mempunyai perpedaan pendapat agar menyepakati Konstitusi tersebut. Jerman diketahui telah menyatakan keberatannya terhadap satu pasal baru yang memberikan kewenangan akhir kepada PE dalam anggaran UE, yang sebelumnya diatur oleh negara-negara anggota UE. Hal ini akan mengakibatkan kerugian bagi negara tersebut sebagai salah satu penyandang anggaran UE terbesar. Spanyol dan Polandia juga merasa terancam dengan adanya satu bab dalam konstitusi baru ini yang mengurangi status mereka sebagai 'Big Player' pada tahun 2009. Sementara itu, Inggris yang sejak tahun 1984 menikmati pengembalian pajak-nya kemungkinan akan mengajukan keberatannya atas ketentuan dalam konstitusi yang akan menghapus pengembalian pajak tersebut. Sedangkan negara-negara aksesi yang memiliki status penuh pada IGC pada umumnya menyatakan akan memilih bersikap "lebih konservatif" daripada negara anggota UE lainnya.
Kembali Daftar Berita Politik, Edisi Juli 2003
Kembali Daftar Isi Buletin PRI-ME, Edisi Juli 2003 
| |