 |
Berita Ekonomi (Juli 2003) Uni Eropa diwakili oleh wakil presiden Komisi Eropa merangkap Komisioner Urusan Energi dan Transpor, Loyola de Palacio, menandatangani pakta internasional mengenai CO2 capture and storage (CO2/carbon sequestration) pada tanggal 25 Juni 2003 di Washington. Dengan demikian UE bersama Australia, Brasil, Kanada, Columbia, Italia, India, Jepang, Meksiko, Norwegia, China, Russia, Inggris dan Amerika Serikat membentuk 'Carbon Sequestration Leadership Forum'. Forum ini ditujukan untuk mendorong penelitian di bidang teknologi carbon sequestration, untuk 'membersihkan' fossil fuels dengan cara menyimpan sumber CO2 di bawah tanah selama ribuan tahun. Hal ini akan membantu mengurangi emisi 'greenhouse'. Komisioner de Palacio mengatakan bahwa UE memegang teguh komitmennya untuk mencapai target Protokol Kyoto melalui pengembangan pengunaan renewable energy sources serta efisiensi konsumsi energi.
Komisioner UE Urusan Penelitian dan Pengembangan, Philipe Busquin, mengatakan UE memiliki keunggulan dalam bidang dimaksud dan menegaskan bahwa selama sepuluh tahun terakhir, UE membiayai berbagai proyek penelitian bernilai lebih dari €30 juta, dan menyediakan dana sekitar €20 juta untuk menangani keperluan pengembangan teknologi carbon sequestration. Konsentrasi CO2 di lapisan atmosphir meningkat sebagai dampak emisi fossil fuels dan mengakibatkan perubahan iklim. Pengembangan energi, transportasi, serta konsumsi industri dan rumah tanggal juga menambah dampak emisi dimaksud. UE bertekad untuk menurunkan emisi Greenhouse Gases (GHG) sebanyak 8% selama periode 2008-2012 (dari tahun 1999). Untuk menstabilkan konsentrasi GHG di lapisan atmosphir pada tingkat aman, tingkat penurunan emisi minimal yang harus dicapai adalah 50% dalam skala global selama 50 tahun kedepan.
Teknolgi carbon sequestration merupakan cara efektif mengurangi risiko perubahan iklim. Karbondioksida disimpan jauh dibawah tanah selama ribuan tahun. Sistem penyimpanan tersebut harus berdampak minimal terhadap lingkungan dengan biaya sepadan serta memenuhi hukum nasional dan internasional. Pilihan tempat penyimpanan CO2 dibawah tanah adalah di dalam depleted oil and gas reservoirs, deep saline reservoirs and unminable coal seams. Saat ini CO2 sudah disimpan dibawah tanah di beberapa proyek Enhanced Oil Recovery.
Sumber: European Commission, IP/03/847, 25 June, 2003.
Kembali Daftar Berita Ekonomi, Edisi Juli 2003
Kembali Daftar Isi Buletin PRI-ME, Edisi Juli 2003 
| |