 |
Berita Pertanian (Juli 2003) Uni Eropa telah beranjak mendekati penghapusan moratorium lima tahunnya terhadap tanaman GM (genetically modified) setelah Lembaga Menteri-Menteri Pertaniannya secara resmi menyetujui usulan wajib pelabelan.
Awal Juli 2003 Perlemen Eropa mengajukan rancangan UU tentang wajib-label pada tanaman GM dan meminta pembedaan (segregasi) dari produk konvensional. Kini para Menteri Pertanian sudah mengesahkan UU tersebut dalam suatu pertemuan di Brussel dan diharapkan berlaku mulai September 2003 atau sekitar 20 hari setelah berita tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Resmi UE. Namun belum jelas benar kapan moratorium akan ditarik, walaupun AS dan Kanada akan mengajukan tuntutan perdagangan terhadap UE di WTO untuk penghambatan tersebut. Petani AS mengeluh kehilangan ekspor senilai USD 300 juta per tahun, utamanya dari jagung.
Dalam aturan baru yang disahkan minggu lalu tersebut, ditetapkan batas ketat tak lebih dari 0.9% untuk bahan transgenik yang tercampur secara tak sengaja dalam pengiriman bahan non-GM. Persyaratan ini juga mencakup bahan-bahan kandungan makanan, jerami pakan ternak dan bahan pangan hasil pemrosesan seperti gula, minyak, dan pati, yang sudah tidak lagi mengandung materi GM.
Pengiriman bulir-buliran (grain) harus disertai kode pengenal untuk memungkinkan melacak kembali tempat asal pertaniannya pada setiap titik rantai pasokan. Dari uji resiko secara ilmiah, batas kontaminasi oleh tanaman GM diperkenankan hanya sebesar 0.5% untuk rentang waktu tiga tahun, walaupun kewenangan resminya belum diterbitkan.
Perancis, salah satu dari enam negara anggota UE, yang meminta perundangan yang tegas untuk pelabelan dan keterlacakan sebelum mempertimbangkan penanaman varietas transgenik, mengatakan bahwa isu penarikan moratorium kini harus diperhatikan. Menurut seorang diplomat Perancis, penarikan penghambatan itu akan dilaksanakan segera setelah perundangan baru diberlakukan.
Dalam pertemuan Brussel, Hervé Gaymard, Menteri Pertanian Perancis, meminta kolega-koleganya untuk mengkoordinasikan kampanye informasi kepada publik tentang bioteknologi yang melatarbelakangi keputusan penarikan moratorium. Walaupun setuju, tak seorang pun dalam pertemuan tersebut yang bisa memastikan kapan kampanye semacam itu bisa dimulai.
Juru bicara Komisi Eropa juga tak bisa memastikan kapan pembatasan tersebut ditarik, mengingat 20 tanaman GM sedang menunggu ijin untuk ditanam di lahan-lahan Eropa, padahal tak satupun negara anggota yang siap memberikan penilaiannya. Keputusan tersebut merupakan keputusan politis bagi negara-negara anggota. UU baru tersebut juga mengatur secara ketat pengujian untuk daging, susu dan kerang. (DR) 
| |