Contact | Search | Disclaimer 
Back to home page

  Editorial Lengkap  -  Fokus Lengkap  -  Agustus  -  Juli  -  Juni  -  Mei  -  April  -  Maret  
  Februari  

Berita Pertanian   (Juli 2003)

WTO Menekan UE dan AS untuk Sepakat

Pada bulan September para Menteri WTO dijadwalkan untuk bersidang di Cancun, Meksiko, untuk secara tuntas membahas dasar-dasar bagi kesepakatan baru perdagangan dunia, namun penolakan kedua blok perdagangan terbesar dunia tersebut untuk membicarakan tentang subsidi mengancam jalannya sidang. Sebagian anggota WTO mengingatkan akan kemungkinan "walk out" apabila tak ada kemajuan yang dicapai.

Supachai Panitchpakdi, Dirjen WTO, di hadapan 25 Menteri Perdagangan yang hadir di pertemuan tiga hari di Montreal meminta kedua pihak untuk berkompromi karena waktu tinggal enam minggu menjelang 'mid-session reviewīdi Cancun. AS dan UE masih berbeda pendapat dalam tiga materi perdagangan, yakni mengenai bantuan domestik, subsidi ekspor, dan pintu pemasaran. Ujar Panitchpakdi: "Saya tak melihat adanya negosiasi yang nyata. Saya harap para menteri yang hadir mulai mengobarkan proses negosiasi. Pertanian merupakan kunci".

Seorang staf senior Australia berpendapat bahwa suksesnya pembicaraan penting tersebut pada dasarnya tergantung pada kemauan UE untuk lebih banyak lagi memotong tarif pertaniannya. Ditambahkannya bahwa hal ini akan memperlihatkan serius tidaknya blok Eropa dalam Putaran Doha.

Pada pertemuan Montreal tersebut, staf perdagangan UE dan AS menyampaikan bahwa kedua negara berencana memperluas klausul-damai - tidak menantang subsidi pertanian satu sama lain, yang mengundang kritik tajam dari beberapa kubu. Klausul-damai akan mencegah keduanya mengajukan tuntutan di WTO hingga akhir 2003. Menurut Jose Silva Rodriguez, Dirjen Pertanian untuk Komisi Eropa, UE dan AS akan mengajukan klausul tersebut dalam sidang WTO September nanti. Menurut staf senior perdagangan AS, apabila sidang Cancun berhasil, klausul-damai ini berguna untuk menjaga pelaksanaan kesepakatan-kesepakatan. Di lain pihak, mewakili kelompok Cairns dari 18 produsen yang tak mensubsidi produk pertaniannya, Gilman Viana Rodriguez yang juga Wakil Presiden Konfederasi Pertanian dan Peternakan Brazil, dengan cepat memprotes: "Kami sudah membayar sangat mahal klausul tersebut. Negara berkembang tidak setuju dengan perluasannya".(DR)



 
email this pageprint this page