 |
Berita ASEAN/ASEM (Juli 2003) Pada tanggal 9 Juli 2003 Komisi Eropa telah mengesahkan sebuah Komunikasi yang berjudul "A New Partnership with South East Asia". Pokok-pokok Komunikasi tersebut adalah sebagai berikut:
-
Komunikasi tersebut menjabarkan strategi UE dalam berhubungan dengan kawasan South East Asia (SEA) di masa datang.
-
Komisi menawarkan kemungkinan adanya kesepakatan bilateral dengan negara-negara di kawasan SEA untuk mempererat kerjasama mengenai isu-isu mutakhir seperti HAM, good governance dan perang melawan terorisme.
-
Komisi juga menawarkan sebuah regional trade action plan yang dituangkan dalam Trans-Regional EU-ASEAN Trade Initiative (TREATI), yang ditujukan bagi kerjasama bidang perdagangan, investasi dan regulatory issue. TREATI diharapkan dapat menciptakan hubungan ekonomi yang lebih erat antara dua kawasan perdagangan penting dunia, dan dapat digunakan sebagai wahana menuju sebuah Free Trade Agreement (FTA) yang sejalan dengan perundingan perdagangan dalam WTO.
-
Komunikasi mencoba mengefektifkan berbagai kerangka kerjasama institusional yang sudah ada agar dapat produktif dengan memilah isu-isu mana yang dapat dibahas dalam kerangka kerjasama ASEM, ASEAN dan ARF.
Komisioner Hubungan Eksternal Komisi Eropa, Chris Patten, mengatakan bahwa Asia harus selalu menjadi prioritas UE, tidak hanya karena Asia merupakan mitra dagang utama namun juga karena Asia merupakan mitra UE dalam perang melawan terorisme, kejahatan terorganisir, dan perdagangan obat-obatan terlarang. Lebih lanjut disampaikan bahwa Eropa merupakan donor utama dalam kerjasama pembangunan untuk membantu negara-negara SEA memerangi kemiskinan yang pada gilirannya dapat mengakibatkan instabilitas. Patten mengharapkan UE dan negara-negara SEA dapat melangkah lebih jauh terutama dengan kemungkinan yang diberikan oleh Komunikasi untuk mengadakan kerjasama bilateral dalam kerangka kerjasama regional.
Sementara itu Komisioner Perdagangan UE, Pascal Lamy, mengatakan bahwa babak baru hubungan perdagangan ASEAN-UE telah dibuka dan TREATI diharapkan dapat membangun rasa saling percaya antara ASEAN dan UE. UE siap untuk membantu ASEAN dalam proses integrasi regional ASEAN.
Komunikasi tersebut berisikan enam prioritas utama, yaitu:
-
Mendukung stabilitas regional dan perang melawan terorisme
ASEAN yang kuat merupakan jaminan terbaik bagi terciptanya stabilitas di kawasan SEA. UE akan menggunakan ASEAN dan ASEM sebagai sarana bagi dialog kebijakan dan jika diminta bersedia berbagi pengalaman dalam integrasi regional. Berkaitan dengan terorisme, UE siap untuk membantu negara-negara SEA dalam perang melawan terorisme internasional.
-
HAM, prinsip demokrasi dan good governance
Prinsip-prinsip ini harus menjadi pertimbangan utama dalam seluruh dialog kebijakan dan kerjasama pembangunan yang dilakukan Komisi di SEA, dengan membangun kemitraan yang konstruktif dengan ASEAN dan pemerintah negara-negara anggota ASEAN. Kesepakatan-kesepakatan bilateral baru yang akan dibuat harus berisi elemen utama penghormatan terhadap HAM.
-
Mengedepankan isu-isu Justice and Home Affairs
Dalam usaha menciptakan UE sebagai wilayah yang bebas, adil dan aman, maka UE menganggap penting dimasukkannya dimensi Justice and Home Affairs dalam hubungan eksternalnya. Masalah migrasi, penyelundupan manusia, pencucian uang, pembajakan, kejahatan terorganisir dan obat terlarang harus dimasukkan secara sistematis dalam dialog regional dan bilateral UE dengan SEA.
-
Memasukkan dinamika baru dalam hubungan perdagangan dan investasi ASEAN - UE
Baik UE dan ASEAN mempunyai kepentingan yang kuat untuk memperkuat hubungan ekonomi mereka. TREATI yang ditawarkan UE diharapkan dapat memperbesar arus perdagangan dan investasi, serta dapat menciptakan sebuah kerangka kerja yang efektif untuk dialog dan kerjasama dalam fasilitasi perdagangan, akses pasar dan investasi antar dua kawasan. Jika hal tersebut dapat dicapai, maka TREATI memungkinkan untuk dicapainya FTA yang berdasarkan prinsip "WTO-plus".
-
Meneruskan dukungan pembangunan pada negara-negara yang tertinggal tingkat pembangunannya
Pengurangan kemiskinan akan tetap menjadi prioritas pembangunan yang utama bagi UE dan UE akan meneruskan bantuannya untuk memperkuat infrastruktur sosial di negara-negara yang tertinggal tingkat pembangunannya, terutama di bidang pendidikand an kesehatan. Bidang lain yang menjadi prioritas adalah good governance, HAM, lingkungan dan kehutanan, TRTA serta perang melawan terorisme.
-
Mengintensifkan dialog dan kerjasama
Dalam kerjasama sektoral, termasuk dalam bidang ekonomi dan perdagangan, justice and home affairs, iptek, pendidikan tinggi dan budaya, transportasi, energi, lingkungan, serta information society.
Dalam usahanya meningkatkan hubungan dengan kawasan SEA, UE akan menawarkan kesepakatan-kesepakatan baru dengan negara-negara SEA, serta dengan memaksimalkan penggunaan kerangka kerjasama institusional yang sudah ada, baik secara bilateral maupun multilateral. Selain itu UE juga akan memaksimalkan peran delegasi mereka di SEA, terutama dengan telah dibukanya beberapa kantor delegasi Komisi yang baru di beberapa negara anggota ASEAN.
Komisi juga menekankan pentingnya Komunikasi baru tersebut dan berbagai peluang kerjasama yang terdapat didalamnya untuk dapat tersebar ke masyarakat luas (kalangan dunia usaha, akademisi, media dan lain-lain) dan tidak hanya di kalangan pemerintah. 
| |