Contact | Search | Disclaimer 
Back to home page

  Editorial Lengkap  -  Fokus Lengkap  -  Agustus  -  Juli  -  Juni  -  Mei  -  April  -  Maret  
  Februari  

Berita ASEAN/ASEM   (Juli 2003)

Pertemuan Para Menteri Keuangan ASEM di Bali

Pertemuan ke-5 Menteri Keuangan ASEM telah berlangsung di Bali tanggal 5 - 6 Juli 2003, dengan dihadiri oleh para menteri keuangan dari 10 negara Asia dan 15 negara anggota UE, serta wakil dari Komisi Eropa. Pertemuan juga dihadiri oleh President Asian Development Bank, Wakil Presiden Bank Dunia untuk wilayah Asia Timur dan Pasifik, dan anggota Dewan Eksekutif European Central Bank, IMF, serta Ketua Bersama ASEM Task Force on Closer Economic Partnership sebagai tamu.

Dalam pertemuan tersebut para Menteri Keuangan ASEM membahas situasi perekonomian dunia dan regional. Walaupun saat ini  pertumbuhan  perekonomian  di  negara-negara berkembang sedang menurun dan perekonomian dunia sedang menghadapi ketidakpastian, namun para menteri keuangan ASEM merasa yakin bahwa pertumbuhan akan kembali meningkat dalam waktu dekat yang sebagian besar disebabkan karena membaiknya keadaan politik.

Para Menteri Keuangan juga menyambut baik kebijakan-kebijakan mengenai kesehatan masyarakat yang diambil oleh pemerintah di negara-negara Asia dan partisipasi serta bantuan yang diberikan WHO dalam penanggulangan masalah SARS. Disamping itu para Menteri juga mencatat pentingnya transparansi dalam arus informasi untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Pertemuan juga menyambut baik kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah negara-negara di Asia untuk memperkecil pengaruh negatif dalam perekonomian akibat adanya SARS.

Dalam pertemuan tersebut para Menteri Keuangan ASEM kembali menegaskan komitmenya untuk meningkatkan pembangunan, memberantas kemiskinan, dan  mencapai  Millennium  Development  Goals,   sesuai dengan   komitmen  yang  disepakati  dalam  pertemuan  di  Monterrey,  Doha  dan  Johannesburg.  Pertemuan menegaskan pentingnya bagi negara-negara berkembang untuk lebih memfokuskan perhatian pada kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang stabil, meningkatkan volume, kemampuan untuk memprediksi, dan efektifitas arus ODA, serta untuk meningkatkan akses pasar bagi produk-produk negara yang sedang berkembang seperti yang tercantum dalam Agenda pertemuan Doha. Disamping itu negara-negara yang sedang berkembang juga diharapkan memperbaiki kondisi investasi dan aktifitas di  sektor  swasta,  melakukan reformasi struktural, serta meningkatkan peran serta sektor swasta dalam meningkatkan sumberdaya manusia.

Para Menteri Keuangan dari negara-negara kreditor menegaskan komitmen mereka untuk ikut berpartisipasi secara penuh dalam Heavily Indebted Poor Countries (HIPC) Initiative. Para Menkeu menyambut baik tujuan inisiatif yang disampaikan oleh pemerintah Indonesia (Bali Initiative) untuk memperkuat hubungan kemitraan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan antara Asia dan Eropa. Disamping itu para Menkeu ASEM juga menyambut baik pembentukan ASEM Task Force on Closer Economic Partnership. Mereka juga meminta Task Force untuk memikirkan langkah-langkah selanjutnya untuk memperluas kerjasama di bidang keuangan, termasuk peran Euro, perkembangan pasar saham Asia, dan peningkatan peran institusi keuangan tingkat regional dalam meningkatkan kerjasama keuangan antar regional.

Para menkeu ASEM menyambut baik laporan Komisi Eropa (KE) mengenai perkembangan integrasi pasar tunggal dalam sektor keuangan di tahun 2005 dan juga laporan dari European Central Bank (ECB) mengenai kerjasama antar para supervisor keuangan  di  Eropa.  Para menteri juga mencatat peran penyatuan sistem keuangan Eropa dalam menyukseskan integrasi keuangan di Eropa.

Para menteri menyambut baik perkembangan kerjasama keuangan yang dilakukan oleh para menteri keuangan ASEAN+3 (China, Jepang dan Republik Korea) dan menekankan pentingnya menciptakan bond market dengan menggunakan mata uang setempat yang akan meningkatkan mobilization of savings untuk investasi jangka panjang di Asia. Disamping itu para Menteri mencatat pula peluncuran Asian Bond Fund (ABF) oleh 11 negara Asia, dan sepakat bahwa hal tersebut bisa menjadi catalytic dalam rangka mengembangkan aktivitas pasar modal Asia.

Dalam pertemuan tersebut para menteri keuangan juga menyampaikan komitmennya untuk memerangi tindakan pencucian uang dan pendanaan terorisme (AML/CFT), serta menyambut baik 40 rekomendasi dan delapan rekomendasi khusus yang dikeluarkan oleh  Financial Action Task Force (FATF), dan mendorong agar rekomendasi tersebut dapat diterapkan dengan segera. Disamping itu para menteri juga mencatat kemajuan program 12 bulan AML/CFT dan meminta IMF dan Bank Dunia untuk melakukan koordinasi dalam membantu menyediakan bantuan teknis.  

Para Menkeu ASEM menyambut baik tindakan-tindakan yang diambil dibawah ASEM Cooperation Program on Fighting Terrorism yang disahkan di Kopenhagen tahun 2002. Disepakati bahwa resolusi UNSC dan delapan rekomendasi khusus yang dikeluarkan oleh FATF mempunyai kerangka yang tepat untuk mengatasi masalah pendanaan teroris.  Para Menkeu menyambut baik inisiatif Jerman dan Malaysia untuk menjadi tuan rumah bersama dalam simposium mengenai perang melawan underground banking dan alternative remittance system bagi negara-negara Asia dan Eropa.

Disamping itu para Menkeu juga menyambut baik laporan perkembangan mengenai Strengthening the Framework for Crisis Prevention, termasuk Early warning system yang yang diajukan oleh  Korea;  laporan mengenai penerapan standardisasi dan kode oleh IMF; Chiang Mai initiative; dan kerjasama regional lainnya oleh Filipina dan Asian Development Bank (ADB).

Para Menkeu menyambut baik penerapan ASEM Trust Fund 2 dan menganjurkan untuk mempelajari pengalaman penerapan ASEM Trust Fund 1.

Para Menkeu ASEM juga menyambut baik hasil ASEM Public Debt Management Forum yang diadakan di Kopenhagen bulan September 2002 dan  rencana penyelenggaraan ASEM Public Debt Management Forum yang akan diselenggarakan di Bali paa bulan Oktober 2003.

Mengenai   aksesi   Vietnam   ke   dalam   WTO,   para Menkeu ASEM menyambut baik negosiasi yang sedang berlangsung yang didasari oleh komitmen dan ketaatan kesepakatan akses pasar yang diterima oleh kedua pihak dengan memperhatikan kondisi khusus dan kepentingan Vietnam.

Para Menkeu sepakat bahwa Pertemuan para Menteri Keuangan ASEM ke-6 akan diadakan pada tahun 2004 dibawah kepemimpinan Belanda. Kesepakatan yang diambil dalam ASEM FMM ke-5 dan ke-6 akan menjadi masukan para menteri keuangan dalam KTT ASEN di Hanoi, Vietnam.



 
email this pageprint this page