 |
Berita Politik (Januari 2003) Pada tanggal 14 Januari PM Yunani, di Parlemen Eropa Strasbourg, Konstantinos Simitis, menyampaikan pemaparan prioritas Presidensi UE Yunani bertema Our Europe: Sharing the future in a Community of values. Dijelaskan bahwa tema ini mengandung pesan yang mengacu pada masa depan bersama yang akan menyatukan semua warga UE berdasarkan tujuan-tujuan dan nilai-nilai bersama.
Terdapat lima bidang yang menjadi prioritas utama Presidensi EU Yunani, yaitu:
-
Yunani akan mulai mempersiapkan pengaturan-pengaturan substantif dan prosedural bagi penandatanganan Traktat Aksesi oleh 10 kandidat negara UE yang baru (Siprus, Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Lithuania, Malta, Polandia, Republik Slovakia, dan Slovenia) yang dijadwalkan tanggal 16 April 2003 di Athena.
Pada saat bersamaan, Yunani secara aktif juga akan meneruskan negosiasi dengan Bulgaria dan Rumania agar kedua negara Balkan tersebut melaksanakan strategi aksesi awal untuk memenuhi kriteria "acquis" UE. Hal ini dimaksudkan untuk dapat memenuhi jadwal waktu bagi aksesi keduanya pada tahun 2007.
Yunani secara aktif akan mengadakan negosiasi pula dengan Turki sebagai langkah awal ke arah aksesi. Dalam kaitan ini, Yunani menekankan perlunya Turki terus melakukan reformasi di dalam negeri guna memenuhi standar UE. Mengenai Siprus, Yunani menginginkan agar Siprus yang terbagi dua komunitas tersebut bisa bergabung dengan UE sebagai suatu negara yang bersatu pada waktu penandatangan Traktat Aksesi.
-
Yunani berpandangan bahwa dewasa ini the Lisbon Strategy (tekad UE yang dicanangkan oleh Dewan UE di Lisbon pada bulan Maret 2000 untuk menjadikan UE sebagai perekonomian paling kompetitif dan dinamik di seluruh dunia menjelang tahun 2010) menjadi semakin lebih relevan untuk dapat diwujudkan. Oleh karenanya, keputusan UE agar membentuk serangkaian pedoman baru setiap tiga tahun sekali terhadap kebijakan-kebijakan struktural seperti General Economic Policy Guidelines; Guidelines for Employment; and Strategy for the Internal Market merupakan kesempatan yang sangat penting untuk modernisasi model perekonomian dan sosial UE. Dalam kaitan dengan the Lisbon Strategy ini, Yunani telah memprioritaskan enam sektor untuk segera dilaksanakan yaitu:
-
Isu-isu makroekonomi, agar dapat meyakinkan kredibilitas kebijakan ekonomi UE. Dewasa ini arti penting economic governance menjadi semakin nyata dan Yunani akan melaksanakan tugasnya ke arah ini.
-
Penciptaan lapangan kerja yang lebih banyak dan lebih baik serta pendalaman atas kohesi sosial dan solidaritas. Yunani menekankan pentingnya meninjau Strategi UE di bidang penyediaan lapangan kerja. Dalam kaitan ini, upaya Yunani akan difokuskan pada isu-isu seperti mengurangi tingkat pengangguran, menciptakan kebijakan-kebijakan bagi usia lanjut yang masih aktif melalui perpanjangan masa kerja, partisipasi yang sederajat bagi kaum wanita, mengurangi jurang perbedaan regional di bidang lapangan kerja dan pengangguran melalui perbaikan-perbaikan sarana di tempat-tempat terpencil.
-
Meningkatkan jiwa kewiraswastaan ( enterpreneurship) dan memperkuat usaha-usaha kecil ( small businesses). Yunani menekankan pentingnya kewiraswataan tidak saja bagi pembangunan ekonomi tetapi juga kohesi sosial, lapangan kerja dan pembangunan regional. Oleh karenanya, Yunani akan memberikan penekanan pada implementasi European Charter for Small Businesses dan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan perekonomian UE saat ini serta terhadap wacana substansi mengenai kewiraswataan.
-
Pembentukan suatu perekonomian UE berdasarkan ilmu pengetahuan dan inovasi. Yunani menekankan pentingnya upaya mencari solusi kompromi atas Paten Eropa. Selanjutnya, Yunani akan berupaya meningkatkan riset di bidang teknologi mutakhir, termasuk bidang pertahanan.
-
Perluasan wilayah Eropa yang saling berhubungan (the deepening of the interconnecting of Europe). Upaya Yunani meliputi deregulasi operasional atas pasar-pasar energi dan jaringan transpor, integrasi pasar-pasar keuangan serta pembentukan suatu pasar tunggal di bidang pelayanan jasa. Dalam kaitan ini, Yunani akan mencoba mengupayakan integrasi the European Transport Network ke dalam the Trans-European Networks.
-
Pengamanan terhadap kemakmuran di masa mendatang melalui proses kesinambungan. Yunani menganggap bahwa tinjauan strategi UE bagi pembangunan yang berkesinambungan berdasarkan konklusi-konklusi KTT Dunia di Johannesburg menjadi penting artinya. Dalam kaitan ini, UE mempunyai kesempatan untuk menunjukkan peran globalnya yang menonjol di bidang-bidang lingkungan hidup dan kebijakan-kebijakan yang dapat menyelaraskan antara pembangunan dan proteksi terhadap lingkungan.
-
Arus migrasi sudah melebihi proporsinya dan telah menciptakan problem perekonomian di UE. Oleh karenanya UE perlu segera menentukan suatu langkah yang pasti untuk mengatasi persoalan ini. Yunani bermaksud untuk meyakinkan bahwa UE merupakan suatu wilayah yang benar-benar bebas, aman dan adil bagi penduduknya, yaitu bebas dari segala bentuk kejahatan terorganisir, xenophobia dan rasialisme; serta sebagai suatu wilayah dengan masyarakatnya yang multikultural serta saling pengertian satu dengan lainnya terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan dan sebab-sebabnya seperti kemiskinan dan opresi politik.
Yunani juga akan melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan negosiasi-negosiasi ke arah penandatanganan persetujuan-persetujuan mengenai pemulangan kembali (readmission) dengan negara-negara yang menjadi sumber para pendatang gelap ke UE.
-
Yunani berkeyakinan bahwa perluasan keanggotaan UE (enlargement) harus disertai pula dengan integrasi Eropa yang semakin meluas di berbagai bidang kerjasama. Perluasan UE ini nantinya akan menuju ke suatu sistem institusional yang akan bisa menjamin efisiensi disertai proses demokratik dan kebijakan-kebijakan yang relevan dengan kepentingan rakyat.
Sebagai Presiden Dewan UE, Yunani menaruh perhatian penting atas hasil kerja Konvensi dan menyambut baik kemajuan-kemajuan yang telah dicapai sejauh ini. Seperti sudah ditetapkan pada KTT Dewan UE di Kopenhagen, Konvensi akan menyelesaikan tugas dengan memberikan konklusinya pada bulan Juni 2003. Hal ini membuat KTT Dewan UE di Thesaloniki secara efektif akan dapat menangani isu "Masa Depan Eropa" yang menyangkut semua hal-hal substantif dan prosedural yang akan mengarah pada penyelenggaraan Inter-Governmental Conference (ICG) untuk pembentukan suatu Traktat Konstitusional.
-
Berkaitan dengan European Security and Defense Policy (ESDP), Yunani akan meyakinkan adanya suatu kesiapan operasional yang penuh di bidang manajemen krisis melalui penggelaran kapabilitas militer dan non-militer. Yunani juga akan menekankan pada pencapaian tujuan utama dan konklusi dari kerjasama UE - NATO. Dalam kaitan ini, Yunani menekankan arti penting terhadap persiapan yang cukup dan pelaksanaan operasi-operasi di Balkan, khususnya di Bosnia-Herzegovina dan Montenegro (FYROM) yang akan merupakan suatu ujian bagi kapabilitas operasional UE. Secara bersamaan UE harus me monitor agar perluasan dan batas negara yang baru tidak menjadi garis-garis pemisah dan tidak pula menghambat negara-negara tetangga. Untuk itu, UE akan lebih meningkatkan hubungan dengan negara-negara tetangga diantaranya pembentukan strategi bersama UE terhadap Rusia pada KTT di St. Petersburg bulan Mei 2003; hubungan dengan negara-negara di Balkan Barat, Ukraina, negara-negara wilayah Caucasus dan negara-negara Mediterania. Dalam kaitan ini, UE juga akan memfokuskan perhatian pada:
-
-
Kerjasama UE dengan AS dan negara-negara Atlantik untuk menawarkan suatu tanggapan bersama terhadap tantangan-tantangan global di bidang-bidang politik dan ekonomi serta terorisme.
-
Peluncuran kembali proses perdamaian untuk Timur Tengah.
-
Pengembangan hubungan UE dengan Benua Afrika melalui penyelenggaraan KTT UE-Afrika di Lisbon pada tanggal 5 April 2003.
-
Hubungan UE dengan negara-negara berkembang serta masalah-masalah besar global seperti perlindungan lingkungan, memerangi kemiskinan, pembangunan berkesinambungan dan pencegahan pengembangan persenjataan-persenjatan pemusnah manusia.
Tentang masalah Irak, Yunani menyatakan keprihatinan UE dan oleh karenanya akan merupakan salah satu prioritas utama agenda dalam masa Presidensinya. UE menginginkan perdamaian dan saat ini UE sedang berusaha ke arah tersebut. UE akan bekerja untuk meyakinkan agar usaha-usaha PBB akan menuju ke hasil yang positif sehingga perang bisa dihindari. Resolusi-resolusi PBB harus dilaksanakan dan Irak harus pula mentaati sepenuhnya terhadap Resolusi DK-PBB.
Mengenai profil internasional UE, Yunani berharap untuk bisa mewakili UE sebagai suatu kesatuan negara-negara dengan satu suara dan pendapat yang kuat. Pada akhirnya, UE mempunyai tekad bersama untuk menjaga stabilitas internasional, menghancurkan persenjataan-persenjataan pemusnah manusia dan menciptakan perdamaian. Prioritas Presidensi Yunani tampak tidak begitu berbeda jauh dengan Presidensi Denmark sebelumnya dan telah menempatkan proses perluasan keanggotaan UE pada urutan pertama dalam skala prioritasnya. Presidensi UE saat ini mempunyai arti penting tersendiri karena bertepatan dengan rencana penandatanganan Traktat Aksesi pada bulan April 2003 sebagai salah satu persyaratan legalitas utama bisa diterimanya ke-10 negara kandidat UE untuk menjadi anggota secara penuh. Namun demikian, proses akhirnya masih harus melalui proses referendum di masing-masing negara kandidat.
Presidensi UE kali ini juga menjadi penting karena dilatarbelakangi oleh berbagai isu global menonjol yang terjadi di berbagai belahan dunia seperti Irak, Korea Utara, Timur Tengah dan lain-lainnya, di mana UE berkeinginan untuk menentukan sikapnya secara tunggal dan berpengaruh untuk mengimbangi kekuatan AS. Dalam kaitan ini, Yunani dituntut untuk "lead" negara-negara UE lainnya dalam pembuatan keputusan-keputusan penting. Juga, dewasa ini UE berada pada tahap lebih lanjut dalam proses menjadikan organisasi ini lebih efisien dan transparan melalui perubahan-perubahan penting. Khususnya, Konvensi Eropa akan memaparkan konklusinya pada KTT Thessaloniki sekaligus Rancangan Traktat Konstitusional yang masih memerlukan penyempurnaannya sebelum dibawa ke ICG nantinya.
Mengenai masalah Siprus, Yunani merupakan anggota UE yang mempunyai hubungan paling dekat baik dengan Turki maupun kedua komunitas Siprus yang berbeda. Kedekatan ini diharapkan akan mampu mendorong proses perdamaian di sana yang saat ini sedang diupayakan oleh PBB. Dalam kaitan ini, Yunani sudah mencanangkan tekad bahwa penyelesaian masalah Siprus juga merupakan prioritas agenda Presidensinya. Adanya kerjasama yang erat antara PBB dan UE dalam penyelesaian sengketa antara Turki dan Siprus, diharapkan pula bisa membuahkan suatu kesepakatan untuk penyelesaian permasalahan secara tuntas sehingga penandatanganan oleh Siprus terhadap Traktat Aksesi nantinya bisa sebagai suatu negara bersatu.
Bagi Indonesia, pergantian Presidensi UE tidak banyak pengaruhnya terhadap kerjasama pembangunan UE-RI karena kebijakan UE sudah ditentukan dalam "Developing Closer Relations between Indonesian and the European Union" yang dikeluarkan bulan Maret tahun 2000 dan Country Strategy Paper (CSP) yang dikeluarkan Komisi Eropa tanggal 12 juni 2002 lalu. Selain itu, Yunani juga bukan merupakan anggota kelompok "the big five" UE (Inggris, Perancis, Jerman, Italia dan Spanyol) yang mempunyai bobot suara berpengaruh dalam perumusan keputusan-keputusan UE.
| |