 |
Berita Ekonomi (Januari 2003) Hampir setahun uang kertas dan uang logam euro beredar, mata uang tunggal ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Zona Euro dan sebagian besar tidak menemukan kesulitan dalam proses peralihan. Menurut Komisioner UE Urusan Ekonomi dan Moneter, Pedro Solbes, berhasilnya proses peralihan dari mata uang nasional ke euro mencerminkan permulaan era baru bagi kawasan Eropa untuk mencapai keberhasilan bersama. Euro, secara bertahap meningkat penggunaannya sebagai alat pembayaran di luar Zona Euro terutama dikota besar dan kawasan wisata. Sebagian besar toko-toko masih menggunakan displai harga ganda (dalam euro dan dalam mata uang nasional). Hal ini dinilai oleh Komisioner Solbes menunda sikap mental dalam proses peralihan yang sedang berlangsung. Oleh karena itu Komisi Eropa dan Eurocommerce sepakat merekomendasikan kepada sektor retail (eceran) agar secara bertahap menghapus displai harga ganda dan untuk menghentikannya paling lambat tanggal 30 Juni 2003.
Menurut Komisioner UE Urusan Perlindungan Konsumen, David Byrne, umumnya konsumen beradaptasi dengan baik dan sudah mulai terbiasa dengan uang kertas dan uang logam euro, namun masih perlu waktu untuk secara tuntas terbiasa dengan euro baik dalam mental maupun sebagai alat pembayaran. Hasil pemantauan oleh Eurobarometer menunjukkan terdapat lima banding satu warga yang mengatakan sudah terbiasa dan yang masing-masing mengalami kesulitan. Mayoritas warga sudah terbiasa dengan uang kertas euro (92,8%) dan tidak bermasalah dengan uang logam euro (68,6%). Namun baru 42,2% warga yang sudah terbiasa melakukan perhitungan atau perbandingan harga dalam euro, namun presentasi ini menurun menjadi 12,5% jika warga dihadapkan pada pembelian dalam jumlah besar (seperti kendaraan atau tempat tinggal). Mengenai displai harga, 50,6% ingin agar diisplai harga hanya dalam euro dan 47,2% masih menginginkan displai harga dalam dual currency. Selanjutnya, mengenai pecahan euro, sebagian besar warga Eropa mengatakan jumlah pecahan mata uang kertas (83,7%), dan uang logam (53,5%) sudah tepat. Menarik bahwa warga menolak untuk adanya uang kertas €1 (76%), dan €2 (72%).
Saat ini warga Eropa dapat dikatakan paham dan terbiasa dengan uang logam euro dari berbagai negara partisipan Zona Euro. Di kawasan perbatasan Zona Euro, khususnya kota besar dan kawasan wisata sirkulasi uang logam dari "foreign origin" meningkat. Perbedaan disain satu sisi mata uang logam dari setiap negara partisipan menjadi hal menarik bagi para kolektor (80 disain) dan warga tidak mengalami kesulitan dengan perbedaan disain ini. Selain itu tingkah laku wisatawan di kawasan euro juga berubah, 53% mengatakan membawa uang tunai Euro sebagai alat pembayaran dibanding 16% yang memilih membawa dollar AS. Euro juga diterima sebagai alat membayaran di tiga negara UE yang belum menjadi partisipan euro (Denmark, Swedia dan Inggris), dan di 12 negara kandidat perluasan UE.
Beredarnya euro meningkatkan kekuatan integrasi pasar Uni Eropa. Sebagai mata uang tunggal, euro tidak hanya menghilangkan risiko nilai tukar dan biaya transaksi, melainkan juga menghilangkan batasan psikologis mengenai perdagangan lintas batas negara-negara UE karena transparansi harga telah mempermudah untuk membuat perbandingan. Sejak euro beredar 12% warga UE lebih tertarik untuk berbelanja di negara UE lainnya, dan rata-rata sekitar 32% pengusaha lebih tertarik untuk menjual produknya ke luar negeri. Namun demikian warga menilai beredarnya euro telah berdampak pada peningkatan harga. Hasil analisa statistik Eurostat mengenai posisi harga pada akhir bulan pertama, kuartal pertama dan enam bulan pertama tahun 2002 menunjukkan euro terkait dengan peningkatan harga maksimum sebesar 0,2%.
Mengenai hal ini, pada awal bulan Januari 2003, untuk pertama kalinya, Presiden Bank Sentral Eropa, Mr. Win Duisenberg, mengakui bahwa beredarnya euro berdampak pada kenaikan Inflasi. Pada bulan November 2002 tingkat harga di Zona Euro meningkat 0,1% setiap bulan dan sehingga tingkat inflasi tahunan mencapai 2,2%. Meskipun Bank Sentral Eropa tidak memberi banyak pernyataan mengenai peningkatan harga riel, Bank Sentral Belgia memperkirakan beredarnya euro telah mengakibatkan peningkatan harga sebesar 0,1%. Mr. Duisenberg juga mengakui bahwa euro adalah salah satu penyebab inflasi di Zona Euro terus melampaui target 2% (kriteria convergence Maastricht).
Sumber: European Commission, IP/02/1920,19 Desember 2002 
| |