 |
Berita Ekonomi (Januari 2003) Pada tanggal 9 Januari 2002 di Brussel telah dimulai negosiasi aksesi bagi 10 negara kandidat Uni Eropa (Siprus, Republik Ceko, Estonia Hongaria, Latvia, Lithuania, Polandia dan Slovenia) ke dalam Kawasan Ekonomi Eropa (European Economic Area-EEA). EEA dibentuk pada tahun 1994, terdiri dari 15 negara anggota UE ditambah Islandia, Liechstenstein dan Norwegia. Melalui EEA, ketiga negara anggota non-UE tersebut menikmati sepenuhnya keuntungan-keuntungan dari pasar internal UE. Isu utama dalam negosiasi di Brussel adalah dalam rangka peningkatan kontribusi keuangan dari ketiga negara dimaksud dalam program-program struktural dan kohesi UE sehubungan dengan akan meluasnya pasar internal yang mencakup 10 negara baru.
Dalam perundingan, pihak UE diwakili oleh Komisi Eropa setelah memperoleh mandat dari Dewan UE. Proses negosiasi diharapkan selesai bulan April 2002, sesuai dengan jadwal ratifikasi Traktat Perluasan UE. Komisioner UE Urusan Hubungan Luar Negeri UE, Chris Patten, mengatakan bahwa perundingan mengenai kontribusi keuangan Islandia, Liechstenstein dan Norwegia perlu dilakukan mengingat bahwa mereka bersama-sama memperoleh keuntungan dari perluasan pasar UE. Sebagai konsekuensinya. mereka harus terlebih dulu mendukung program untuk memberdayakan ke-10 negara kandidat tersebut agar sepenuhnya mampu menghadapi persaingan bebas di pasar UE.
Usulan pihak UE adalah agar tingkat kontribusi Islandia, Lichstenstein dan Norwegia (negara-negara EEA-EFTA) disesuaikan tingkat kontribusi negara-negara anggota UE, namun tentunya dengan mempertimbangkan situasi khusus dari masing-masing negara seperti aspek geografis, ekonomi dan sosial. Dasar hukum dari kontribusi tersebut dianggap bukan bukan hal baru, mengingat Pasal 115 dari Persetujuan EEA menyatakan perlunya kaitan yang erat antara kesinambungan dan keseimbangan peningkatan hubungan dagang dan ekonomi dengan penurunan kesenjangan ekonomi dan sosial. Perluasan UE pada tahun 2004 akan menambah tantangan kohesi ekonomi dan sosial di kawasan UE. Uni Eropa menginginkan Islandia, Lichstenstein dan Norwegia meningkatkan kontribusinya seimbang dengan peningkatan biaya yang ditanggung oleh negara-negara UE, serta sesuai dengan manfaat yang diperoleh negara-negara dimaksud pada saat pasar UE bertambah dengan sekitar 75 juta konsumen.
Disamping mengenai kontribusi keuangan, agenda-agenda yang akan dibahas adalah mengenai apakah negara-negara EEA-EFTA akan men-adopt masa transisi yang disetujui dalam Act of Accession between the EU and future member states; kerugian negara-negara EEA dan EFTA dalam hal akses pasar ikan dan produk kelautan -Peraturan WTO tidak mewajibkan UE untuk membayar kompensasi-; serta peningkatan kuota UE untuk produk pertanian yang layaknya mencerminkan peningkatan jumlah populasi kawasan UE. Negosiasi ini diharapkan mencapai kesepakatan pada bulan April 2002, sesuai dengan jadwal ratifikasi Traktat Perluasan UE.
Sumber: European Commission, IP/03/25 
| |