 |
Berita Pertanian (Januari 2003) Selama memegang Presidensi Dewan UE, Denmark telah menetapkan tiga tujuan yang ingin dicapainya di bidang pangan, pertanian dan perikanan, yaitu: a) mengupayakan pangan yang aman dan sehat, yang dihasilkan berdasarkan prinsip "sustainability" dan dengan mempertimbangkan "animal welfare"; b) mencapai kemajuan dalam mid-term review atas reformasi Kebijakan Pertanian Bersama UE (Common Agricultural Policy/CAP) dan mengupayakan dukungan bagi reformasi Kebijakan Perikanan Bersama UE (Common Fisheries Policy/CFP) untuk mengamankan cadangan (stock) ikan dan industri perikanan di masa depan.
Pada akhir Desember 2002 lalu, Presidensi Denmark mengumumkan keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapainya dalam rangka memenuhi tujuan-tujuan tersebut, antara lain:
-
Dewan UE telah mencapai kesepakatan untuk menerapkan peraturan aplikasi dan labelling produk makanan yang terbuat dari unsur Genetically-Modified Organisms (GMO). Peraturan tersebut menyebutkan bahwa labelling tetap akan dilakukan meskipun kandungan GMO tersebut dalam suatu makanan tidak dapat teridentifikasi dalam produk akhirnya, seperti dalam minyak goreng kedelai.
-
Kesepakatan politik Dewan UE tentang perlunya panduan dan peraturan-peraturan ketat dalam labelling makanan sehingga para pengidap penyakit alergi akan mudah menghindari makanan mengandung unsur penyebab alergi dan memilih makanan yang tepat.
-
Negara-negara anggota UE telah menyatakan komitmen untuk memberlakukan ketentuan-ketentuan tentang kebersihan makanan yang terbuat/berasal dari binatang serta melakukan pengawasan atas bakteri salmonella dan penyakit-penyakit lain yang menular melalui makanan.
-
Dewan UE telah sepakat untuk melakukan kerjasama erat dalam pengawasan animal welfare dan berupaya memasukan isu animal welfare dalam perundingan internasional di bidang pertanian serta mengupayakan pemberlakuan stantdar animal welfare melalui organisasi animal welfare internasional.
-
Terdapat kesepakatan umum di antara para anggota UE untuk memperkuat kebijakan bantuan bagi distrik pedesaan, dan bahwa keamanan pangan, kualitas dan animal welfare serta perlindungan lingkungan harus menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan pertanian di masa datang.
-
Keberhasilan telah dicapai dalam menggalang dukungan di antara anggota UE untuk reformasi CFP yang akan memastikan kebijakan perikanan yang lebih "sustainable" di masa datang dan memadukan pertimbangan adanya stok ikan yang terancam dan kepentingan industri perikanan. Unsur-unsur penting reformasi CFP mencakup juga perlunya pembatasan jumlah hari penangkapan ikan di laut, penghentian bantuan untuk membangun kapal nelayan yang baru, dan pengawasan yang lebih seragam dan efektif di semua negara anggota UE.

| |