|
Buletin PRI-ME, , Vol. IV, No. 8
oleh Widyarka Ryananta
Jerman diketahui melanggar ketentuan "Stability and Growth Pact ( SGP)", yang mensyaratkan semua negara anggota UE defisit APBN-nya tidak boleh melebihi 3%, awal Januari 2003. Meski telah memperoleh rekomendasi Dewan UE agar melakukan berbagai langkah perbaikan, namun pada tanggal 29 Agustus 2003, pemerintah Jerman justru mengumumkan proyeksi anggaran belanjanya untuk tahun ini defisit sekitar 3,8%. Penyimpangan dari ketentuan batas maksimum defisit tersebut disebabkan oleh terjadinya stagnasi ekonomi di dalam negeri.
Anggaran Belanja UE oleh Deny Kurnia
Berdasarkan draft Rencana Anggaran Belanja (RAB) Tahun 2004 yang diajukan Komisi Eropa pada 30 April 2003, Dewan UE dan Parlemen Eropa (PE) telah melaksanakan proses pembahasan atas draft dimaksud mulai bulan Juli 2003. Proses pematangan posisi Dewan UE dan PE dilakukan melalui Komite Anggaran yang dibantu Coreper (Sidang Para Duta Besar negara anggota UE di Brussel). Dalam proses konsultasi antara para wakil dari tiga lembaga UE yang bertanggung jawab atas RAB dimaksud (Dewan UE, PE dan Komisi Eropa), tercermin kesimpulan bahwa Preliminary Draft Budget yang diajukan Komisi Eropa telah sesuai dengan garis besar Kerangka Anggaran Jangka Panjang UE (Financial Perspective) periode 2000-2006, namun beberapa perbedaan nuansa posisi tetap ada. PE menginginkan tambahan pengeluaran di sektor pertanian-perikanan, penanganan penyakit epidemik hewan, subsidi/ganti rugi ekspor hewan hidup, dan program penyempurnaan armada kapal ikan.
oleh Jenni Handayani
Selama beberapa tahun terakhir, sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia, Uni Eropa mengalami berbagai perkembangan yang cukup signifikan. Mata uang tunggal Euro yang resmi diluncurkan pada tahun 1999 mulai beredar di pasar pada awal tahun 2002. Sementara itu, pasar tunggal 15 negara UE akan segera berkembang menjadi 25 negara dengan perluasan bulan Mei 2004. Dinamika pasar UE yang demikian menjadi pendorong kegiatan merger/peleburan usaha (dua perusahaan atau lebih), baik antar negara anggota UE maupun lintas kawasan (AS dan Eropa). Merger menjadi pilihan menarik baik bagi pengusaha AS untuk menerobos pasar Eropa Tengah dan Timur, maupun pengusaha Eropa Tengah dan Timur untuk mengambil manfaat momentum realisasi perluasan UE sekaligus mendapatkan leverage untuk meningkatkan akses ke pasar AS.
Reaksi UE Terhadap Peristiwa Pemboman di Hotel Marriot Jakarta
UE Sesalkan Permintaan Bentuk Panel WTO Mengenai GMO Bantuan UE Bagi Berbagai Krisis yang Luput dari Perhatian €79,5 Juta untuk Program Rekonstruksi Afghanistan OECD Pesimis Mengenai Pertumbuhan Ekonomi UE Perkembangan Ekonomi UE
Usulan UE - AS Dalam Menghadapi Negosiasi Pertanian di Cancun UE dan ACP Bekerjasama Menyambut KTM WTO di Cancun
UE Mereformasi Kebijakan Pertaniannya Menuju Pertanian Berkelanjutan di Eropa
Masalah HAM di Tibet

|