Contact | Search | Disclaimer 
Back to home page

  General Background  -  Ministerial Meetings  -  Institutional Framework  -  ASEAN - EC JCC  

  

LATAR BELAKANG

 

Setelah pembentukan ASEAN di tahun 1967, European Economic Community (EEC) menjadi mitra dialog pertama ASEAN melalui Special Coordinating Committee of ASEAN (SCCAN) yang dibentuk pada tahun 1972. Pada tanggal 7 Mei 1975 dibentuk ASEAN-EEC (JSG) untuk kerjasama antara kedua wilayah tersebut. Pada tahun 1977, hubungan ASEAN - EEC disahkan secara resmi dengan kesepakatan untuk melakukan pertemuan tingkat Menteri secara reguler. Pertemuan tingkat Menetri yang pertama diadakan di Brussel, Belgia, pada bulan September 1978.

 

Pada tanggal 7 Maret 1980, hubungan ASEAN - EEC di-institusionalkan dengan ditandai oleh penandatanganan EC-ASEAN Cooperation Agreement pada pertemuan ASEAN-EEC Ministerial Meeting di Kuala Lumpur. Perjanjian tersebut mengesahkan tujuan kerjasama perdagangan, ekonomi dan teknologi ASEAN-EEC, serta membentuk Joint Cooperation Committee (JCC) sebagai mekanisme untuk mengawasi kerjasama tersebut.

 

Hubungan ASEAN-UE (EEC dirubah menjadi UE pada tahun 1992) semakin erat setelah Pertemuan Tingkat Menteri (ASEAN-EU Ministerial Meeting (AEMM)) ke-11 tahun 1994 di Karlsruhe, Jerman. Dalam pertemuan tersebut dibentuk ad-hoc Eminent Persons Group (EPG) yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama ASEAN-UE dalam bidang Politik, Keamanan, Ekonomi dan Kebudayaan, di masa mendatang. Pertemuan Karlsruhe juga menjadi pemacu beberapa pertemuan selanjutnya yaitu: Pertemuan Pertama ASEAN-EU Senior Official Meeting (SOM) di Singapura tahun 1995, Pertemuan ASEAN-EC JCC ke-12 tahun di Brussels bulan Oktober 1995, dan Pertemuan ke-2 ASEAN-EU SOM di Dublin, Irlandia tahun 1996.

 

New Asia Strategy yang dikeluarkannya tahun 1994 dan Deklarasi mengenai ASEAN sebagai dasar dialog antara UE dan negara-negara di Asia, yang disahkan dalam pertemuan Karlsruhe, menjadi dasar pembentukan Asia-Europe Meeting (ASEM) yang memulai KTT pertamanya pada bulan Maret 1996 di Bangkok dan pertemuan antar Menteri Luar Negeri ASEM pertama di Singapura bulan Februari 1997. Masing-masing pihak bertekat untuk mensukseskan New Comprehensive Asia-Europe Partnership for Greater Growth yang dicanangkan oleh para pemimpin negara anggota ASEM dalam KTT tersebut, dan sepakat untuk menciptakan mekanisme dan panduan untuk menerapkan kerangka kerjasama Asia dan Eropa serta menciptakan Asia-EU Vision Group pada KTT ASEM II untuk mencari ide-ide peningkatan kerjasama ASEM di masa mendatang. Langkah penting lainnya dalam hubungan kemitraan ASEM adalah pembentukan  Asia-Europe Foundation (ASEF) pada bulan Februari 1997 yang berpusat di Singapura, yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar masyarakat dan meningkatkan jaringan institusi antara Asia dan Eropa.

 

Pada bulan Juli 1996, Komisi Eropa (KE) mengeluarkan Komunikasi yang berjudul “Creating a New Dinamic in EU-ASEAN Relations” yang menetapkan ASEAN sebagai mitra dialog politik dan mesin dialog antara Asia dan Eropa.

 

Pada AEMM ke-12 yang diselenggarakan di Singapura bulan Februari 1997, telah ditetapkan panduan hubungan ASEAN-UE di masa mendatang, dengan menekankan potensi ekonomi di kedua wilayah. Pertemuan tersebut juga mendukung kerjasama AFTA-UE dan sektor swasta di UE dan ASEAN melalui jaringan bisnis dan joint venture.

 

Para Menteri Luar Negeri ASEAN dan UE telah melakukan dialog politik setiap dua tahun sekali sejak tahun 1978 dan sejak tahun 1995 disepakati bahwa para pejabat senior ASEAN-UE akan melakukan pertemuan diantara pertemuan tingkat Menteri. Pertemuan dialog politik dilakuakn dalam formasi block-to-block, termasuk para wakil dari seluruh negara anggota ASEAN dan UE.

 

AEMM ke-13 diselenggarakan di Vientiane, Laos, pada tanggal 11-12 Desember 2000. Deklarasi Vientiane, yang disepakati dalam pertemuan tersbeut, berisi laporan tentang kesepakatan penting dalam hal peningkatan kerjasama politik dan ekonomi yang telah diambil. AEMM ke-13 diselenggarakan di Brussels pada tanggal 27 – 28 Januari 2003 yang menghasilkan Deklarasi bersama mengenai kerjasama untuk memerangi terorisme.

 

 

Two-level Relations

  •  Dialog ASEAN-UE

Dialog politik yang diadakan pada pertemuan-pertemuan tingkat Menteri secara reguler (15 negara UE + 10 negara ASEAN), dalam Post Ministerial Conferences (PMCs) yang diselenggarakan segera setelah pertemuan tahunan tingkat Menteri ASEAN, serta dalam ASEAN Regional Forum (ARF)

  • Perjanjian Kerjasama ASEAN-UE

Perjanjian Kerjasama ASEAN-UE ditandatangai pada tahun 1980, dengan mitra perjanjian negara-negara anggota UE dan negara-negara pembentuk pertama ASEAN (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand). Dengan adanya perluasan ASEAN, negara anggota baru ASEAN harus mempunyai protokol aksesi tambahan terhadap perjanjian kerjasama tersebut. Brunei dan Vietnam telah menjadi mitra kerjasama, dengan protokol aksesi yang masing-masing ditandatangai pada tahun 1985 dan 1999. Sedangkan Protokol aksesi untuk Kamboja dan Laos baru ditandatangani pada tahun 2000 dan sedang dalam proses ratifikasi. Myanmar bukan negara penandatangan, dan UE telah dengan jelas menyatakan bahwa masalah tersebut akan tergantung dengan perkembangan masalah demokrasi dan HAM di negara tersebut.



 
email this pageprint this page