oleh Sondang Anggraini
Tahun 2003 merupakan tahun kesepuluh dari 15 negara Uni Eropa setelah membuka batas-batas dari pasar internalnya menjadi satu kesatuan pasar secara penuh. Dengan menjadi satu pasar internal telah membuka pasar terhadap perpindahan barang, jasa dan tenaga kerja secara bebas. Sebagai dampaknya telah terjadi peningkatan ekonomi yang sangat besar di negara-negara anggota UE. Menurut laporan dari Direktoral Jenderal Internal Market Komisi Eropa, selama sepuluh tahun terakhir Produk Domestik Bruto (PDB) UE telah meningkat menjadi €877 miliar, jumlah tersebut secara rata-rata telah memberikan tambahan pendapatan sebesar €5.700 per kepala rumah tangga.
Dampak Enlargement UE Bagi Indonesia oleh Mohammad K. Koba
Sejak Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) - cikal bakal Uni Eropa (UE) - terbentuk awal dekade 1950-an, peta Eropa terus mengalami perubahan. MEE yang semula beranggotakan enam negara telah mengalami perluasan keanggotaan (enlargement) sebanyak empat kali hingga mencapai jumlah 15 negara anggota sampai saat ini. Pada tanggal 16 April 2003, peta Eropa kembali berubah dengan ditandatanganinya Traktat Aksesi enlargement ke-5 saat KTT Khusus UE di Athena. Hasil itu merupakan proses negosiasi panjang (10 tahun) yang merefleksikan keinginan kuat delapan negara Eropa Tengah dan Timur untuk dapat diterima bergabung dalam paguyuban UE. Bersama dengan dua negara Mediteran (Siprus dan Malta) mereka akan memperkuat keanggotaan UE menjadi 25 negara.
oleh Joevi Roedyati
Penandatanganan Traktat Perluasan keanggotaan UE bagi 10 negara anggota baru (Republik Ceko, Siprus, Estonia, Hungaria, Latvia, Lithuania, Malta, Polandia, Slovakia dan Slovenia) telah dilakukan di Athena tanggal 16 April 2003 dalam kesempatan KTT Informal UE yang dihadiri oleh semua Kepala Negara/Pemerintahan UE-15 dan negara-negara aksesi, Presiden Komisi Eropa, Presiden Parlemen Eropa, dan High Representative Common Foreign and Security Policy UE.