 |
Berita Pertanian (Mei 2003) Dalam referendum yang diadakan tanggal 10-11 Mei lalu, rakyat Lithuania memberikan dukungan atas keanggotaan negaranya di UE. Dukungan rakyat Lithuania sangat besar, tercermin dari hasil referendum yang menunjukkan bahwa 91% dari jumlah total pemungut suara/electorate, menyatakan setuju negaranya menjadi anggota UE. Dengan hasil referendum ini, Lithuania menjadi negara aksesi keempat yang siap bergabung dengan UE bulan Mei tahun depan.
Keberhasilan penyelenggaraan referendum tersebut tidak terlepas dari kampanye besar-besaran yang dilakukan sampai ke wilayah-wilayah jauh, dan berlangsung sampai saat-saat terakhir menjelang referendum, dan melibatkan para politisi, artis serta para tokoh masyarakat dan agama/Katolik setempat.
Sejumlah pejabat tinggi UE juga telah turut memberikan dorongan kepada masyarakat Lithuania untuk bergabung dengan UE, melalui kunjungan ke negara tersebut menjelang referendum dalam rangka mempromosikan UE. Para pejabat dimaksud di antaranya adalah Komisioner Urusan Perluasan Keanggotaan, Gunter Verheugen; Presiden Parlemen Eropa, Pat Cox; Menlu Jerman Joschka Fischer; dan Menteri Perancis Urusan Eropa, Noelle Lenoir.
Kampanye besar-besaran tersebut dinilai telah mendorong banyak warga masyarakat setempat untuk memberikan suara pada referendum tersebut. Sebelumnya terdapat kekhawatiran di berbagai kalangan pemerintah Lithuania mengenai kemungkinan "turn out" para warga yang berhak memberikan suara, tidak mencapai tingkat minimum yang ditetapkan, yaitu sebesar 50%, salah satu syarat agar hasil referendum dapat dinyatakan syah.
Slovakia juga telah menentukan diri untuk menjadi negara kandidat UE setelah referendum pro-UE yang menunjukkan angka 92,5% memberikan dukungan bagi negara ini untuk menjadi anggota UE, sementara 6.2% menolak keanggotaan UE pada referendum yang diselenggarakan tanggal 16 dan 17 Mei 2003 lalu, dengan pemilih sejumlah lebih dari 50% (52,1%) tercapai pada peristiwa ini.
Hasil positif tersebut bertentangan dengan kekhawatiran semula di antara para pendukung UE. Berdasarkan pooling terakhir sebelum pelaksanaan referendum yang menunjukkan kemungkinan yang sangat rendah para pemilih akan memilih 'yes' bagi keanggotaan UE. Namun, para pemimpin negara ini memutuskan untuk maju ke depan publik dan memberikan berbagai pernyataan yang dapat meyakinkan para pemilih mengenai masa depan Slovakia. Sikap apathy hanya terlihat di wilayah termiskin Slovakia dimana terdapat angka pengangguran tertinggi. Para ahli sosiologi yakin bahwa koalisi yang sedang memerintah saat ini dapat mengupayakan berbagai manfaat yang ada melalui berbagai kebijakan yang telah dicapai saat ini sehingga dapat mempengaruhi pandangan publik yang positif.
Slovakia merupakan negara kelima yang memberikan dukungan bagi keanggotaan negaranya di UE, setelah Malta, Slovenia, Hungaria dan Lithuania. Referendum selanjutnya akan dilakukan di Polandia, yaitu pada tanggal 7-8 Juni 2003.
| |