Contact | Search | Disclaimer 
Back to home page

  Editorial Lengkap  -  Fokus Lengkap  -  Agustus  -  Juli  -  Juni  -  Mei  -  April  -  Maret  
  Februari  

Berita Ekonomi   (Februari 2003)

Kinerja UE dalam Mengatasi Penyakit Menular

Dua tahun setelah disahkan, program UE untuk mengatasi penyakit menular (Community's action plan for fighting against the main communicable diseases) yang mengancam berbagai penduduk di dunia dan menghambat pembangunan di negara-negara miskin, belum menunjukkan hasilnya. Demikian inti laporan Komisi Eropa yang terbit tanggal 26 Februari 2003. Laporan juga mengatakan bahwa meski secara umum telah dicapai perkembangan yang cukup signifikan dalam mengatasi penyakit HIV/AIDS, malaria dan tuberkulosis, dan masih banyak yang harus dikerjakan oleh semua pihak terkait. Diperkukan usaha lebih banyak guna menjamin dialog berkala dan terarah dengan negara berkembang, termasuk jaminan adanya langkah bersama di tingkat UE dan kemitraan dengan mitra-mitra tertentu UE.

Program yang disahkan pada tahun 2001 tersebut menitik beratkan pada isu pencegahan, dengan langkah intervensi, penyedian obat dengan harga terjangkau, dan penelitian pada tingkat global untuk mengatasi penyakit-penyakit ini ditingkat nasional, regional dan global. Berbagai usaha untuk meningkatkan hasil masih dihadapkan pada tingkat kematian yang terus meningkat. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya langkah kolektif di tingkat nasional maupun global, dan baru sedikit orang yang mendapat manfaat efektif mengatasi tuberkulosis dan malaria dengan menggunakan obar-obatan anti-retroviral.

Mengenai akses terhadap obat-obatan, dilaporkan bahwa strategi diferensiasi harga yang ditetapkan oleh Komisi Eropa guna menfasilitasi akses obat murah bagi negara miskin mendapat dukungan yang luas dan telah diterapkan oleh para produsen dalam menjual obat-obatan ke negara miskin. Untuk menjamin bahwa obat tersebut dijual paling tidak setengah harga normal, sampai ketujuan dan tidak secara ilegal di ekspor kembali ke UE, Komisi Eropa telah mengusulkan suatu peraturan.

Langkah UE untuk menghimbau WTO agar setuju bahwa IPR (intellectual property rights) juga melayani kesehatan masyarakat, bertentangan dengan posisi Amerika Serikat. Namun UE terus berusaha agar secepat mungkin mendapat penyelesaian pada tingkat multilateral, guna membuka akses negara berkembang pada obat generik yang tidak terkait dengan kapasitas produksi sektor pharmasi. Pada tahun 2002, kontribusi Komisi Eropa kepada dana dunia untuk mengatasi HIV/AIDS, tuberkulosis dan malaria mencapai €120 juta. Selain itu Komisi Eropa akan memberi dana sebesar €200 juta untuk program penelitian terpadu UE mengenai ketiga penyakit yang terkait dengan kemiskinan tersebut.

Sumber:  Bulletin Quotidien Europe, No.8409, 28 Februari 2003



 
email this pageprint this page