Contact | Search | Disclaimer 
Back to home page

  Editorial Lengkap  -  Fokus Lengkap  -  Agustus  -  Juli  -  Juni  -  Mei  -  April  -  Maret  
  Februari  

Berita Pertanian   (Februari 2003)

WTO dan Pertanian: UE Mengambil Langkah Agar Perundingan Maju Kedepan

Uni Eropa telah menyampaikan proposalnya dalam rangka perundingan pertanian di WTO. Dalam papernya UE menyampaikan komitmennya untuk lebih jauh mereformasi sistem perdagangan pertanian dan pada saat yang sama menyadari perlunya perlakuan khusus bagi negara berkembang, khususnya yang ekonominya rapuh, dan memberikan kepastian bahwa masalah lingkungan, pembangunan pedesaan dan kesejahteraan hewan (animal welfare) diperhitungkan.

Proposal UE secara rinci adalah sebagai berikut:

  1. Pembukaan pasar bagi impor melalui pengurangan tarif sebesar 36%

    Untuk meningkatkan akses pasar produk pertanian, Komisi mempertahankan formula penurunan tarif, yang tidak akan menjadi tameng bagi negara maju untuk memberikan kontribusi. Formula tersebut meliputi penurunan tarif rata-rata 36% dengan penurunan minimum 15% per pos tarif sebagai yang ditetapkan dalam Putaran Uruguay. Berbeda dengan apa yang dikatakan sebagai "Swiss Formula" yang disarankan oleh AS dan kelompok Cairns, pendekatan Komisi akan mencapai tujuan "burden sharing" diantara negara maju dan akan memberikan fleksibilitas bagi negara berkembang.
     
  2. Mempertimbangkan kembali semua bentuk subsidi ekspor sampai 45%

    Komisi Eropa mengajukan pemotongan secara substansial volume subsidi ekspor pada tingkat pengurangan 45% dari tingkat anggaran pembiayaan, dengan kondisi bahwa segala bentuk ekspor subsidi diperlakukan dengan setara. Lebih jauh, UE telah siap untuk menghapuskan subsidi ekspor bagi produk tertentu, tidak ada bentuk lain dari subsidi ekspor, termasuk kredit ekspor yang diberikan kepada produk-produk  yang  dipertanyakan  oleh  negara  anggota WTO lainnya. Produk-produk tersebut harus masuk produk yang signifikan bagi negara berkembang.
  3. Mengurangi bantuan domestik yang mengganggu perdagangan sampai 55%

    UE berjanji untuk menurunkan secara substansial penurunan bantuan yang merugikan perdagangan. Oleh sebab itu Komisi mengajukan penurunan 55% dari AMS (Aggregate Measurement of Support) mulai dari tingkat komitmen yang dibuat dalam putaran perundingan terakhir. Untuk mencapai deadline yang telah disetujui, definisi bantuan domestik saat ini dan metoda penurunan tarif menurut Putaran Uruguay harus dipertahankan dalam upaya memberikan garansi bahwa semua negara anggota menjadi sasaran dari disiplin yang efektif.
  4. Perlakuan khusus bagi negara berkembang

    Uni Eropa menyadari adanya keinginan untuk memberikan keuntungan yang penuh bagi negara berkembang dari perkembangan perdagangan dunia. Kuncinya ialah untuk menciptakan peluang dalam meningkatkan akses pasar bagi negara-negara berkembang, serta menyadari pentingnya ketahanan pangan (food security) dan menerima keinginan dari negara-negara berkembang yang rentan untuk mempertahankan proteksi agar cukup waktu untuk beradaptasi. Berkenaan dengan hal tersebut Komisi mengajukan hal-hal sebagai berikut:

                  Dalam hal Akses Pasar

    • Food Security Box. Untuk memfasilitasi implementasi penurunan tarif yang lebih jauh dan untuk memenuhi kepentingan negara berkembang terhadap produk pertanian yang sensitif, instrumen Special Safeguard harus diberikan kepada negara berkembang untuk memberikan kepastian dalam hal ketahanan pangan. Komitmen penurunan yang substansial harus disetujui jika hal ini perlu bagi negara berkembang untuk memperoleh legitimasi dalam rangka ketahanan pangan dan multifunctional.
    • Tidak kurang dari 50% impor produk pertanian negara maju dari negara berkembang dengan bea masuk nol.
    • Akses bebas bea dan bebas kuota bagi semua impor dari negara LDCs ke negara maju dan negara berkembang.
    • Penurunan signifikan tarif eskalasi bagi produk yang menjadi kepentingan negara berkembang dengan menurunkan tingkat proteksi tarif (baik ad valorem maupun specific).

      Dalam hal  Bantuan Domestik
    • Kemungkinan untuk membantu sektor pertanian mereka dengan alasan pembangunan. Hal ini harus mencerminkan bahwa bantuan tersebut tidak diperhitungkan sebagai bantuan yang merugikan perdagangan.

      Perlakuan Khusus
    • Penurunan pada tingkat yang lebih rendah dan waktu implementasi yang lebih panjang. UE mengajukan komitmen baru diimplementasikan dalam jangka waktu enam tahun untuk negara maju dan 10 tahun bagi negara berkembang dimulai pada tahun 2006.
  5. Menciptakan tingkat "playing field" bagi seluruh negara maju

    Di bawah klausul "de minimis", subsidi pertanian negara maju di bawah 5% dari nilai produksi tidak dipertimbangkan sebagai merugikan perdagangan, dan tidak termasuk dalam perhitungan dari nilai total bantuan yang diperbolehkan oleh peraturan WTO (Current Total AMS). Pengalaman memperlihatkan, bahwa hal ini telah disalah gunakan oleh beberapa negara  anggota WTO dan saat ini menjadi alasan yang penting. Misalnya negara anggota WTO dapat mengeluarkan €20 milyar subsidi pertanian yang merugikan perdagangan melalui ketentuan "de-minimis" dan hal ini tidak masuk dalam komitmen penurunan. Komisi mengajukan untuk menghapuskan klausula "de-minimis" bagi negara maju. Unsur yang merugikan perdagangan dalam pemberian kredit ekspor produk pertanian oleh negara anggota WTO lainnya harus diidentifikasi dan masuk dalam disiplin yang ketat. Bantuan makanan harus diberikan hanya bagi kelompok yang rentan dengan definisi yang tepat atau dalam menanggapi krisis kemanusiaan yang darurat dan bukan sebagai mekanisme pembuangan. Anggota WTO harus memberikan jika mungkin kontribusi secara tunai untuk pembelian makanan di negara penerima bantuan atau dari negara berkembang lainnya. UE tidak akan mempertanyakan pemberian bantuan pangan yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Hal yang dipertanyakan adalah penggunaan bantuan pangan yang lebih digunakan sebagai alat komersial pembuangan produk pertanian. Sangat ironis bahwa jumlah bantuan pangan yang diberikan oleh beberapa negara cenderung meningkat secara signifikan ketika harga rendah sementara jumlah bantuan berkurang ketika harga tinggi.

    Berkaitan State Trading Enterprises (badan usaha milik negara) UE mengajukan bahwa subsidi silang, price-pooling dan praktek perdagangan yang tidak adil dalam ekspor harus dikenakan disiplin.
  6. Mengutamakan kepentingan konsumen

    Nilai utama dari banyak produk pertanian adalah rantai yang dibangun secara baik pada kawasan dimana mereka diproduksi. Hal ini terlihat dalam Indikasi Geografi (Geographical Indications/GI). Sebagai contoh GI termasuk Parma Ham Italia, Roquefort Cheese Perancis, beras Basmati India atau teh Darjeeling. Jika tidak dilindungi, nilai produk seperti itu akan mengalami erosi yang serius. Komisi menyarankan adanya komitmen khusus perlu dirundingkan untuk memberikan kesempatan akses pasar yang adil bagi produk wines, spirits dan produk pertanian lainnya serta produk pangan. Untuk itu, daftar nama yang saat ini digunakan oleh produsen bukan pemilik hak di negara asal harus ditetapkan untuk menghindari kesalah pahaman dan penggunaan secara tidak adil oleh produsen lainnya. Pencapaian tujuan sosial tertentu seperti perlindungan lingkungan, tekstur tanah tradisional serta biodiversity, pembangunan pedesaan dan kesejahteraan hewan harus diijinkan tanpa hambatan yang diciptakan oleh WTO. Bantuan yang diberikan untuk  mencapai  tujuan tersebut harus dipertimbangkan sebagai non-trade distorting (hal itu berarti bantuan yang termasuk dalam green box) dalam kondisi perlakuan yang ditargetkan dengan baik, transparan, dan diimplementasikan tidak akan merusak perdagangan.

    • Komisi mengajukan bahwa perlakukan yang bertujuan untuk melindungi lingkungan, sebuah isu yang relevan baik untuk negara maju maupun berkembang, harus diakomodasikan dalam Perjanjian Pertanian (Agreement on Agriculture/AoA).
    • Dalam kaitannya dengan pembangunan pedesaan, Komisi percaya bahwa baik negara maju maupun berkembang mempunyai hak untuk memilih mempertahankan atau membangun lingkungan ekonomi dan sosial yang diperlukan untuk mempertahankan penduduk pedesaan. Ketentuan jasa lingkungan tersebut tidak dapat dilakukan dengan kekuatan pasar saja. Perlakuan yang dirancang untuk membantu pembangunan pedesaan oleh sebab itu temukan cakupan yang diperlukan dalam AoA.
    • Mengenai kesejahteraan hewan, Komisi mengajukan untuk membebaskan biaya tambahan yang diperlukan untuk mencapai standar kesejahteraan hewa dengan pertimbangan trade distorting. Biaya-biaya tersebut diambil langsung dari pengadopsian standar yang tinggi dan oleh sebab itu tidak atau sangat minimal pengaruhnya bagi kerugian perdagangan.

Periode Implementasi

Komisi mengajukan bahwa komitmen baru akan diimplementasikan dalam waktu enam tahun bagi negara maju dan 10 tahun bagi negara berkembang dimulai tahun 2006.

  • Latar belakang

    Perundingan WTO dibidang pertanian dimulai pada awal tahun 2000 sesuai Pasal 20 AoA dan sesuai mandat Deklarasi Para Menteri di Doha, November 2001. Sejak itu, para anggota harus menyampaikan proposal yang komprehensif untuk perundingan, agar dapat mencapai saling pengertian mengenai posisi yang berbeda berkaitan dengan proses reformasi multilateral. Dalam hal ini, UE secara aktif berpartisipasi dalam proses tersebut dengan menyampaikan proposal perundingan yang komprehensif pada bulan Desember 2000, serta beberapa kertas kerja khusus untuk isu-isu penting. Bahan ini dirancang untuk memenuhi batas waktu 31 Maret 2003 sesuai dengan mandat yang ditetapkan di Doha untuk menetapkan modalitas negosiasi pertanian. Konsep kertas kerja harus disiapkan oleh pemimpin special session komite pertanian serta disampaikan dalam pertemuan pada tanggal 24-31 Maret 2003. Kertas kerja UE ini diharapkan dapat memasukan proposal yang berkaitan dengan bagian AoA yang harus dimodifikasi serta petunjuk yang mengarah pada komitmen baru.
  • Deklarasi Doha mengenai Pertanian

    UE menyadari bahwa keputusan yang telah diambil dalam perundingan pada awal tahun 2000 sesuai Pasal 20 dari AoA, termasuk sebagian besar proposal perundingan yang   disampaikan   wakil  dari  121  negara  anggota.  UE meminta jangka waktu yang panjang, sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan, yakni sistem perdagangan yang adil dan berorientasi pasar melalui sebuah program dengan reformasi mendasar.  Hal ini meliputi peraturan dan komitmen khusus mengenai perlindungan dan bantuan dalam upaya mengkoreksi dan mencegah pembatasan dan distorsi pasar pertanian dunia. UE mengkonfirmasikan kembali komitmennya untuk program tersebut. Oleh karena itu UE berupaya melaksanakan pekerjaan pada  waktu  yang  ditetapkan.  UE tetap menjaga komitmen pada perundingan yang komprehensif serta bertujuan untuk peningkatan secara substansial akses pasar, pengurangan (dengan pandangan penghapusan bertahap) semua bentuk subsidi ekspor dan penurunan secara substansial  bantuan domestik yang merugikan pasar. UE setuju bahwa Special and Differential Treatment untuk negara berkembang merupakan bagian integral dari semua elemen perundingan dan akan dilembagakan dalam jadwal konsesi dan komitmen sesuai dengan peraturan dan disiplin yang akan dirundingkan.  Dengan demikian secara operasional akan memungkinkan negara berkembang secara efektif memperhitungkan keperluan pembangunan mereka, termasuk ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan. UE akan mencatat mengenai trade concern untuk diperhitungkan dalam perundingan yang diberikan dalam AoA.

Perhatian UE Pada Negara Berkembang

Nampaknya proposal UE ini sangat ideal bagi kemajuan perundingan dibidang pertanian. Namun demikian sebenarnya proposal ini sebagian besar tentunya untuk membela kepentingan pertanian di kawasan UE. UE menyatakan akan memberikan perhatian besar pada negara berkembang dengan memberikan akses pasar yang lebih besar bagi produk yang berasal dari negara berkembang.  Dalam hal ini negara berkembang perlu memberikan penghargaan kepada UE. Tetapi, dalam prakteknya UE juga menempatkan cukup banyak hambatan teknis bagi produk-produk pertanian dengan tujuan perlindungan terhadap kesehatan manusia, hewan dan lingkungan. UE juga menetapkan quota untuk produk-produk pertanian tertentu bagi negara berkembang dan menghapuskan GSP bagi produk-produk yang dianggap sudah dapat bersaing di pasar UE. Dalam kaitan dengan subsidi ekspor bagi produk pertanian (yang distorting market) UE sangat royal untuk menghapuskannya, namun yang menjadi perhatian adalah mengenai "level playing field". Hal ini perlu dibahas untuk memberikan ruang gerak yang setara bagi negara berkembang dalam memberikan subsidi khususnya dalam ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan. (SA)



 
email this pageprint this page