 |
Berita Ekonomi (Maret 2003)
Komisi Eropa menolak evaluasi Bank Dunia yang menyimpulkan inisiatif perdagangan UE 'Everything But Arms (EBA)' tidak banyak memberi manfaat bagi negara-negara miskin , (Least Developing Countries-LDCs) dan dampak integrasi mereka kedalam perekonomian dunia 'negligible'. Ditegaskan oleh Komisi Eropa bahwa laporan tersebut, yang menganalisa data tahun 2001 (tahun mulai implementasi inisiatif EBA) jelas belum mencerminkan skala penuh manfaat EBA bagi negara-negara paling miskin. Komisi Eropa menyimpulkan bahwa laporan evaluasi tersebut tidak 'fair' karena Bank Dunia memberikan kritik sebelum dampak dari inisiatif EBA berjalan secara penuh.
Menanggapi argumen laporan Bank Dunia bahwa inisiatif EBA yang memberikan akses pasar bebas bea bagi LDCs mulai tahun 2001 telah gagal memberi manfaat bagi negara-negara tersebut, Komisi Eropa mengatakan:
-
terlalu dini untuk mengevaluasi dampak inisiatif EBA yang ditujukan untuk meningkatkan kegiatan komersial di LDCs;
-
total nilai impor UE dari 49 negara penerima EBA meningkat dalam 8,9% dalam nilai sejak EBA mulai berlaku;
-
dampak EBA baru bisa diukur secara nyata setelah tahun 2003 atau awal 2004 karena produsen dan para pelaku pasar memerlukan waktu untuk mengarahkan pola produksi dan ekspor ke UE;
-
ekspor negara-negara LDCs di kawasan Afrika, Caribbean dan Pasifik (ACP) ke UE meningkat 12% pada tahun 2001, pada saat impor dari kawasan UE 'stagnant' dan harga beberapa bahan baku di pasar dunia menurun tajam;
-
jumlah total produk ekspor baik yang tidak diekspor dan yang diekspor ke negara di kawasan dimaksud ('created commerce') mencapai €6 juta pada tahun 2001, (Mozambik pertama kali mengekspor gula ke UE, pada tahun 2002);
-
dalam kerangka perjanjian Cotonou 99,7% ekspor dari LDCs di ACP sudah mendapat fasilitas bebas bea (meskipun beberapa terkena skema kuota). Sementara itu impor UE untuk produk-produk seperti gula, beras dan pisang, yang mendapat perlakukan masa transisi sebelum liberalisasi penuh (Juli 2009, September 2009 dan Januari 2006) sudah mulai meningkat.
Mengenai keprihatinan bahaya atas budaya tunggal (ketergantungan LDCs pada satu produk ekspor tertentu), Komisi Eropa mengatakan bahwa perlakukan khusus yang diberikan tanpa batas waktu dan re-evaluasi menjamin kepastian akan akses pasar UE untuk semua produk yang terus berkembang dan pada gilirannya akan meningkatkan dampak EBA pada investasi dan diversifikasi produksi di LDCs.
Sumber: Bulletin Quotidien Europe, No. 2222, 25 Maret 2002 
| |