 |
Berita Perindustrian & Perdagangan (Maret 2003) Komisi Eropa mengeluarkan suatu Working Document pada tanggal 10 Maret 2003,sebagai tindak lanjut dari kerangka kerja kebijakan yang disampaikan pada bulan September 2000 mengenai 'Accelerated Action targeted at major communicable diseases within the context of poverty reduction'. Dokumen tersebut menjelaskan mengenai (a) isyu communicable diseases yang telah menjadi beban bagi negara-negara miskin dan merupakan kendala dari pembangunan, (b) analisis mengenai kebijakan utama yang berperan, (c) laporan rasionalisasi untuk UE agar terus berperan serta menyusun kerangkakerja yang terdiri atas tiga bagian yang luas untuk mencapai tujuan yaitu; (1) memperoleh hasil maksimal dari intervensi bidang jasa dan komoditi dalam mengatasi penyakit utama yang mempengaruhi penduduk termiskin. (2) meningkatkan perolehan produk pharmasi utama melalui pendekatan global yang komprehensif dan sinergik (3) meningkatkan investasi di bidang penelitian dan pengembangan bagai produk global yang ditargetkan untuk tiga penyakit utama yang dibahas.
Pada bulan Februari 2001, Komisi Eropa mengadopsi suatu program yang disebut: Accelerated action on HIV/AIDS, malaria and TB in the context of poverty reduction yang memperoleh tanggapan yang luas dan koheren dari UE selama periode 2001-2006 untuk mengatasi keadaan darurat global yang disebabkan oleh tiga jenis penyakit tersebut. Program tersebut bertujuan antara lain penurunan/penghapusan tarif dan bea masuk lainnya bagi obat-obatan penting di negara berkembang agar obat-obatan tersebut terjangkau oleh pasien.
Selanjutnya pada tanggal 26 Februari 2003 Komisi mengadopsi pemutakhiran dari Programme of Action2 . Berkaitan dengan program tersebut Komisi telah melakukan suatu studi dan menyampaikannya kepada Dewan Eropa mengenai akses bea masuk dan pajak yang diterapkan bagi produk pharmasi yang digunakan untuk mengobati penyakit utama yang dibahas yaitu HIV, malaria dan tuberculosis. Perlu ditekankan bahwa studi tersebut memberikan gambaran umum dari situasi di negara berkembang. Walaupun informasi yang diperoleh secara umum sangat alamiah, studi tersebut dilakukan dengan suatu pemikiran untuk mendapatkan fakta-fakta yang diperlukan untuk meneruskan rencana kerja Komisi pada masa akan datang. Analisis sangat kompleks karena adanya perbedaan gambaran aktual yang tersedia.
Studi tersebut dilaksanakan di 57 negara yang mewakili 80% dari penduduk di seluruh Afrika, Amerika Selatan, Asia (kecuali Jepang), Karibia, Mikronesia dan negara-negara Melanesia. Ada sekitar 27 tingkatan dari produk pharmasi yang digunakan untuk mengobati ketiga penyakit yang dibahas tersebut, yang diklasifikasikan baik dalam Chapter 29 (gabungan) atau Chapter 30 (medicaments and vaccines) dari sistem harmonisasi (HS). Hasil yang diperoleh adalah jumlah bea masuk yang dipungut untuk obat-obatan tersebut oleh negara-negara tersebut di atas mencapai US$3 miliar (17% dari pengeluaran kesehatan masyarakat di negara-negara LDCs dan 9% secara rata-rata bagi negara yang termasuk dalam penelitian ini). Penghapusan bea masuk ini akan memberikan dampak yang nyata bagi penurunan harga obat-obatan di tingkat konsumen.
1 European Commission, DG for Trade, Ref. 135/03 tanggal 10 Maret 2003. 2 European Commission Communication (2003) 93, tanggal 26 Februari 2003.

| |