 |
Berita Pertanian (Maret 2003) Dalam rangka Mid-term Common Agricultural Policy (CAP) review, Pemerintah Jerman menyerukan dilakukannya reformasi CAP untuk mengurangi jumlah subsidi bagi produksi produk pertanian, meningkatkan dukungan pembangunan daerah pedesaan dan penggunaan skema baru pembiayaan bersama oleh negara anggota (co-financing).
Selain itu, usulan tersebut mengemukakan pula beberapa alasan eksternal reformasi CAP, yaitu:
-
Negosiasi WTO mengenai masalah pertanian; Perluasan keanggotaan UE kearah selatan di tahun 2004;
-
Perjanjian yang disahkan pada World Food Conference pada tahun 1996;
-
Komitmen internasional mengenai pembangunan berkelanjutan; dan
-
Perjanjian internasional mengenai perlindungan keanekaragaman hayati.
Selain itu, posisi Jerman juga menyangkut beberapa isu internal, yaitu:
-
Berkurangnya konsumen karena adanya krisis BSE (bovine spongiform encephalopathies atau 'mad-cow disease') dan skandal lainnya sehubungan dengan masalah keamanan makanan;
-
Over-production akibat CAP;
-
Bantuan untuk pertanian tidak terlalu memperhatikan prinsip-prinsip lingkungan hidup dan sosial; dan
-
Tingkat birokrasi yang tinggi dalam CAP.
Pemerintah Jerman mengusulkan beberapa perubahan prinsip-prinsip CAP mengenai bantuan pertanian di masa mendatang, yaitu:
-
Mendahulukan kepentingan konsumen;
-
Berorientasi pada pasar;
-
Menghormati prinsip-prinsip ekonomi, sosial dan lingkungan hidup dalam produksi pertanian;
-
Perlindungan terhadap sumber-sumber alam;
-
Lebih memperhatikan kesejahteraan hewan; dan
-
Pembangunan daerah pedesaan.
Sementara itu COPA dan COGECA, dua organisasi besar petani di UE, menghendaki agar CAP tetap seperti semula dan meminta agar reformasi CAP ditunda hingga akhir tahun 2006 (end of budgetary framework). Perancis, sebagai penerima dana CAP terbesar, dan Itali juga mendukung kebijakan CAP yang sekarang. Sementara itu Inggris, Swedia, Denmark, Belanda dan Jerman, menginginkan agar mid-term review digunakan sebagai alat untuk membuat dasar untuk re-orientasi CAP. Komisioner UE masalah pertanian, Franz Fischler, mengatakan bahwa langkah yang diusulkan Pemerintah Jerman terlalu jauh, namun ia setuju bahwa mid-term review harus mengarah pada reformasi. (MK) 
| |