Contact | Search | Disclaimer 
Back to home page

  Editorial Lengkap  -  Fokus Lengkap  -  Agustus  -  Juli  -  Juni  -  Mei  -  April  -  Maret  
  Februari  

Berita ASEAN/ASEM   (Maret 2003)

Pertemuan Dubes ASEAN Brussels Committee dengan International Federation of Journalists

Pada tanggal 5 Maret 2003, ASEAN Brussels Committee (ABC), bekerjasama dengan European Policy Centre (EPC), European Institute for Asian Studies (EIAS) dan International Federation of Journalists (IFJ), telah mengadakan pertemuan dengan para jurnalis yang berasal dari negara-negara anggota UE dan ASEAN yang bertugas di Brussel.

Keinginan ABC untuk mengadakan acara ini adalah sebagai sarana "investasi" di kalangan jurnalis UE agar mereka di lebih familiar dan favourable terhadap ASEAN sehingga dalam meliput maupun mengulas berita-berita mengenai ASEAN di masa mendatang akan lebih bersikap bersahabat.

Diskusi ini merupakan kesempatan yang unik, baik bagi para wartawan yang diundang maupun bagi para diplomat ASEAN di Brussel untuk membahas hubungan ASEAN-UE dengan diskusi yang terbuka mengenai berbagai isu seperti prospek free trade agreement dan Putaran Doha, terorisme dan keamanan, HAM, perluasan keanggotaan UE dan integrasi UE maupun ASEAN.

Adapun pokok-pokok diskusi yang mengambil tempat di Ruang Konperensi EPC dan dimoderatori oleh David Fouquet, Sekretaris Jenderal EIAS adalah sebagai berikut:

  1. Pada umumnya Eropa kurang familiar dengan berbagai perkembangan di ASEAN. ASEAN selama ini lebih banyak dipandang hanya sebagai mitra dagang. Aspek-aspek selain perdagangan yang dianggap kurang mendapat perhatian dari kalangan UE adalah:
    • ASEAN sebagai wahana transfer sumber-sumber daya (manusia, alam, finansial) dari negara anggota yang sudah lebih maju ke negara-negara anggota baru ASEAN yang taraf pembangunannya masih berbeda.
    • Integrasi ASEAN
    • Mekong Development Projects
    • ASEAN Regional Forum
  2. Hubungan ASEAN-UE bidang politik
    • Para kepala perwakilan ASEAN menjelaskan bahwa dalam ASEAN-EU Ministerial Meeting (AEMM) ke-14 yang baru lalu, terlihat adanya kedewasaan dari UE dalam menyikapi isu Myanmar dengan tidak menyampaikan hal-hal yang sifatnya patronising ASEAN, bahkan terlihat adanya keinginan untuk learning from each other. Menlu Myanmar dinilai mampu merespons dengan baik pertanyaan dari Menlu Inggris dan para Menlu dalam AEMM dapat menerima penjelasan Menlu Myanmar.
    • Para Menlu dinilai telah dapat mengesampingkan isu Myanmar sebagai ganjalan hubungan ASEAN-UE. Kedua belah pihak menyadari pentingnya membina hubungan baik, dan hubungan kedua belah pihak tidak dapat "disandera" oleh satu isu saja, misalnya Myanmar dan Timtim (di masa lalu).
    • Para kepala perwakilan juga menilai bahwa UE telah banyak membantu Myanmar terutama melalui mekanisme humanitarian assistance.
  3. Hubungan ASEAN- UE bidang ekonomi
    • UE menyadari bahwa ASEAN sudah 'moving ahead' sebagaimana terlihat dari kontak-kontak ekonomi dan perdagangan antara ASEAN dengan Amerika Serikat, China, Jepang dan India. UE tidak dapat menunggu sampai selesainya Putaran Doha untuk mulai merangkul ASEAN. Hal ini terlihat dari akan diluncurkannya Komunikasi Komisi Eropa mengenai Southeast Asia.
    • Selain itu ASEAN dan UE masing-masing merupakan mitra dagang penting satu sama lain. Meskipun UE tidak mempunyai rencana untuk membentuk free trade agreement (FTA)  secara block-to-block dengan ASEAN (karena tidak semua negara anggota ASEAN siap), maka UE akan mengambil tiga pendekatan dalam berhubungan dengan ASEAN, tergantung dengan situasi dan kondisi yang memungkinkan yaitu secara block-to-block ASEAN-UE, UE-sub regional ASEAN, dan UE-bilateral negara anggota ASEAN.
    • Berkaitan dengan Perundingan Putaran Doha dalam WTO, Duta Besar Thailand menjelaskan bahwa Thailand tidak melihat adanya hambatan untuk melakukan free trade agreement baik secara bilateral maupun multilateral. Lebih lanjut Duta Besar Singapura menambahkan bahwa Singapura selain menggunakan pendekatan WTO dalam negosiasi FTA, juga menggunakan pendekatan WTO+. Mengingat keragaman anggota WTO (lebih dari 140 anggota), maka jika ada anggota WTO yang bersedia untuk melangkah melebihi kesepakatan Doha (tanpa melanggar aturan WTO), maka Singapura juga bersedia untuk melangkah lebih jauh. Kedua pendekatan tersebut bukanlah dua hal yang mutually exclusive,  namun justru dinilai dapat saling memperkuat satu sama lain.
  4. Perluasan keanggotaan UE dan integrasi ASEAN
    • Hambatan dalam melakukan hubungan secara block-to-block juga disebabkan karena proses integrasi ASEAN berbeda dengan UE. Integrasi ASEAN tidak dapat diukur dengan ukuran yang sama dengan proses integrasi UE. UE tidak dapat mengharapkan ASEAN untuk berevolusi seperti UE.
    • Perluasan keanggotaan UE juga akan meningkatkan jumlah investasi ASEAN di UE, karena saat ini sudah banyak investasi negara-negara anggota ASEAN di negara-negara kandidat UE.
       
    • Masalah HAM juga disinggung dalam diskusi mengenai integrasi ASEAN. Menjawab pertanyan tersebut, para kepala perwakilan ASEAN menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan mendasar dalam menyikapi HAM antara UE dan ASEAN. Kedua belah pihak menganut nilai HAM yang sama, yaitu Universal Declaration on Human Rights.
    • Menjawab pertanyaan mengenai aplikasi Timor Lorosae untuk menjadi anggota ASEAN, KUAI PRIME menjelaskan bahwa Timor Lorosae memang telah mengajukan aplikasi tersebut, namun ASEAN sendiri belum memutuskan apakah akan menerima keinginan tersebut. Sedang mengenai masalah Aceh yang tidak dibahas di forum ASEAN, dijelaskan bahwa ASEAN tidak membahas masalah dalam negeri masing-masing anggota dan ini merupakan cerminan dari rasa saling menghormati.

Dalam kesimpulan penutupnya, moderator mengatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat tidak hanya bagi para diplomat dan wartawan yang hadir, namun juga bagi kalangan akademisi yang hadir dari EIAS dan EPC.  Mengingat masih banyaknya isu yang belum dibahas dan penilaian para peserta yang mendukung penyelenggaraan pertemuan tersebut, maka moderator mengusulkan untuk mengadakan acara serupa di masa datang. (MK)



 
email this pageprint this page