 |
Berita Politik (April 2003) Pada tanggal 14 April 2003, Dewan UE juga mengeluarkan Konklusi tentang Burma (Myanmar) yang isinya antara lain:
-
UE memiliki pandangan sama dengan sejumlah mitra internasional bahwa kepentingan rakyat Burma saat ini akan dengan baik terlayani melalui pendekatan yang berimbang (balanced approach), yaitu pemberian sanksi secara hati-hati dan terukur bagi mereka menghalangi proses reformasi, dan adanya dukungan kemanusiaan untuk menjamin agar rakyat biasa Burma tidak menderita lagi akibat kebijakan pemerintahannya.
-
Dewan menyambut baik berbagai perkembangan positif yang adi setelah sanksi-sanksi diperkuat terkahir kali pada bulan April 2000, yaitu:
-
Pembebasan dari tahanan rumah Aung San Suu Kyi pada bulan Mei 2002 dan kebebasan bergerak di dalam negeri yang diperoleh oleh pemimpin liga nasional bagi demokrasi ini;
-
Pembebasan beberapa aktifas politik dari tahanan;
-
Kunjungan ke Burma oleh Utusan Khusus Sekjen PBB dan special rapporteur PBB mengenai situasi HAM di Burma selama tahun terakhir dan kerjasama yang ditunjukkan oleh Pemerintah Burma.
-
Kerjasama yang berlanjut dengan Komite Palang Merah internasional dan perbaikan kondisi di tempat tahanan;
-
Kunjungan akhir-akhir ini oleh delegasi Amnesty International ke Burma;
-
Penunjukkan pejabat dari perwakilan International Labour Organisation (ILO);
-
Meningkatnya kesadaran pemerintah atas perlunya untuk menumpas produksi opium di Burma;
-
Penyebaran pengetahuan tentang standar HAM kepada para pejabat Pemerintah dan beberapa LSM dan kelompok etnik melalui berbagai forum HAM, namun menekankan bahwa kegiatan-kegiatan semacam ini juga harus dilanjutkan dengan pelaksanaan upaya-upaya konkrit untuk memperbaiki situasi HAM.
-
Selain itu, Dewan juga menyatakan bahwa sampai saat ini belum dirasakan cukup dilakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah perekonomian, kemanusiaan dan masalah-masalah politik lainnya di negara ini, terutama:
-
Pelanggaran terus menerus HAM, termasuk diantaranya hak-hak sipil, politis, ekonomi, sosial dan budaya rakyat Burma;
-
Penolakan Pemerintah untuk melakukan dialog politik yang jujur dan terbuka dengan Aung San Suu Kyi dan pemimpin-pemimpin demokratis lainnya; Pelecehan dan intimidasi terhadap Aung San Suu Kyi dan aktifas oposisi lainnya oleh pemerintah Burma;
-
Praktek-praktek pembunuhan tanpa pengadilan; laporan adanya pemerkosaan dan berbagai bentuk kekerasan seksual yang dilakukan oleh berbagai oknum angkatan bersenjata; penyiksaan, penahanan berkelanjutan atas para tahanan yang telah habis menjalankan hukumannya, serta penggunaan serdadu anak-anak.
Keprihatinan-keprihatinan ini membuat Dewan UE memutuskan untuk memperpanjang sanksi yang ada saat ini sampai 12 bulan lagi. Dewan juga menyetujui untuk menambah daftar orang-orang yang tidak diberi visa dan pembekuan aset-aset mereka, serta memperkuat embargo senjata dan menerapkan persenjataan dan menerapkan keputusan ini pada atau sebelum tanggal 23 Oktober 2003, kecuali keputusan ini diubah oleh Dewan di masa datang.

| |