 |
Berita Politik (April 2003) Pada tanggal 17 April 2003 di Athena telah berlangsung Konferensi Eropa (KE) yang dihadiri oleh 40 kepala negara/pemerintahan dari UE-15, negara-negara kandidat UE, negara-negara Balkan dan Rusia. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Sekjen PBB, Kofi Annan. Pada akhir pertemuan telah dikeluarkan deklarasi yang berisi pernyataan diantaranya sebagai berikut:
-
Negara-negara partisipan mengakui bahwa negara-negara dan rakyat Eropa telah melalui jalan panjang untuk membentuk suatu komunitas yang didasarkan pada nilai-nilai demokrasi, peraturan hukum dan penghormatan hak-hak mendasar dan kebebasan. Upaya untuk mencapai nilai-nilai yang sama tersebut telah menciptakan ikatan saling percaya di antara negara-negara dan rakyat yang secara perlahan akan membentuk dan memperluas kesejahteraan dan keamanan bersama. Perluasan keanggotaan UE dewasa ini membawa realitas saling ketergantungan di bidang politik dan ekonomi antara UE dengan negara-negara tetangga, baik yang berada di wilayah Selatan maupun Timur.
-
Karena kaitan sejarah, kedekatan geografis dan nilai-nilai politik-ekonomi yang sejalan, negara-negara partisipan mengadakan tukar pandangan tentang visi ke masa yang akan datang dan setuju untuk bekerja dalam kemitraan guna mencapai kemajuan konkrit di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama.
-
Para kepala negara/pemerintahan menegaskan lagi bahwa prioritas harus diberikan pada penciptaan perdamaian, stabilitas, kemakmuran dan kemajuan sosial serta peningkatan kerjasama pada isu-isu yang memberikan dampak langsung pada kehidupan semua rakyat.
Dalam konteks ini, mereka menggarisbawahi arti pentingnya antara lain:
-
promosi nilai-nilai bersama, termasuk penghormatan HAM, kebebasan mendasar dan penegakan hukum;
-
mencegah dan memberantas ancaman keamanan bersama, termasuk kejahatan lintas batas dan terorganisir, perdagangan gelap manusia, terorisme dan penyakit-penyakit menular;
-
promosi investasi dan hubungan dagang, pembukaan pasar serta integrasi gradual dalam struktur ekonomi di antara anggota Konferensi Eropa dan juga secara global;
-
mendukung integrasi sistem perdagangan global;
-
promosi pembangunan berkelanjutan, termasuk mencegah dan memberantas perusakan lingkungan.
Konferensi Eropa dicetuskan pertama kali dalam KTT UE di Luksemburg pada bulan Desember 1997 yang merupakan awal proses perluasan UE dengan tujuan untuk menyatukan dan memberikan aspirasi bagi negara-negara anggota UE dan negara-negara di sekitarnya untuk saling berbagi nilai-niilai dan tujuan-tujuannya. Konferensi Eropa juga merupakan forum multilateral bagi dialog politik untuk memperluas dan memperdalam kerjasama dalam bidang kebijakan luar negeri, peradilan dan urusan dalam negeri, perdagangan dan kerjasama regional. Negara-negara yang ikut serta dalam Konferensi Eropa adalah Albania, Austria, Belgia, Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, FYROM, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Irlandia, Italia, Latvia, Lichstenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Moldova, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Rusia, Slovakia, Slovenia, Serbia-Montenegro, Spanyol, Swedia, Swiss, Turki, Inggris dan Ukraina. Meskipun Konferensi ini sebenarnya dimaksudkan sebagai pertemuan tahunan, namun dalam kenyataannya baru diadakan selama dua kali, yaitu di Yunani pada tahun 1998 dan di Nice tahun 2000. Presidensi Dewan Eropa di bawah Yunani sekarang ini telah menghidupkan kembali Konferensi ini.
Penyelenggaraan Konferensi Eropa menunjukkan sikap UE yang tidak menutup diri dengan negara-negara di sekitarnya terhadap berbagai masalah yang menjadi kepentingan bersama baik pada tingkat regional maupun global seperti masalah Irak. Konferensi ini juga merupakan suatu forum dialog yang menjembatani berbagai perbedaan yang ada di Eropa agar selanjutnya dapat dicapai suatu posisi bersama. Selain itu, Konferensi memberikan kesempatan bagi para kepala negara/pemerintahan untuk bisa menjalin hubungan pribadi yang lebih akrab dan pada gilirannya nanti bisa membantu pula mempercepat upaya penyelesaian suatu masalah. Adanya suatu posisi bersama UE/Eropa akan lebih memperkuat peranan globalnya karena UE/Eropa yang bersatu diperlukan untuk mengimbangi peranan AS yang sesuai perang dingin tidak lagi mempunyai tandingan sebagai negara adidaya sehingga lebih leluasa menentukan sendiri agenda globalnya. 
| |