Contact | Search | Disclaimer 
Back to home page

  Editorial Lengkap  -  Fokus Lengkap  -  Agustus  -  Juli  -  Juni  -  Mei  -  April  -  Maret  
  Februari  

Berita Ekonomi   (April 2003)

4th Brussels Economic Forum

Pada tanggal 10 dan 11 April 2003 telah berlangsung Brussels Economic Forum yang ke-4 yang diselenggarakan setiap tahun sekali oleh Komisi Eropa. Forum tersebut merupakan dialog yang terbuka publik mengenai kinerja koordinasi kebijakan makro ekonomi pada tingkat UE. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman publik mengenai fungsi dan pola kerja Komisi Eropa dalam menetapkan kebijakan ekonomi makro pada tingkat UE. Tahun ini, Komisi Eropa memilih empat tema yang sebagai fokus diskusi yaitu: kinerja perekonomian UE dan garis besar kebijakan ekonomi makro (Broad Economic Policy Guidelines-BPEGs), globalisasi, aspek ekonomi dari European Convention, serta implikasi ekonomi dari fenomena penduduk lanjut usia.

Mengenai koordinasi kebijakan ekonomi makro pada tingkat UE, Forum menilai bahwa BPEGs sudah berfungsi baik sebagai panduan pokok mencapai Strategi Lisbon 2000 (menjadikan UE kawasan ekonomi paling dinamis pada tahun 2010). Namun kinerja UE dalam proses koordinasi dinilai bisa ditingkatkan melalui dua pendekatan yaitu: reformasi sistem koordinasi berdasarkan proposal Komisi Eropa  unanimity negara anggota, dan pemberian wewenang kepada Komisi Eropa untuk memberikan peringatan langsung kepada negara anggota yang kebijakannya tidak selaras dengan BPEGs atau Stability and Growth Pact. Mengenai model pertumbuhan ekonomi UE, ditekankan oleh Komisi Eropa bahwa model pertumbuhan yang ingin dicapai adalah perpaduan model kapitalis dan model ekonomi sosial dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 3%. Model pertumbuhan demikian efektif untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang dinamis sekaligus mencegah terjadinya kesenjangan ekonomi seperti kemiskinan dan social exclusion.

Mengenai kebijakan ekonomi bagi Zona  Euro,  Komisi Eropa menilai perlunya mekanisme tersendiri dalam hal pengambilan keputusan bagi Zona Euro. Kawasan euro perlu ditangani secara lebih efektif dan efisien. Untuk itu Komisi Eropa mengusulkan dibentuknya Dewan ECOFIN (Economic and Financial Affairs) bagi Zona Euro (euro group) didalam Dewan ECOFIN UE-15. Selanjutnya Komisi Eropa melihat perlunya peningkatan representasi eksternal dari Zona Euro pada forum internasional (IMF, World Bank dan lain-lain). Komisi menilai representasi tunggal dari Zona Euro akan meningkatkan efektifitas koordinasi kebijakan ekonomi antara Komisi Eropa dengan negara partisipan euro yang memerlukan dinamika kebijakan yang berbeda dibanding negara yang belum menjadi partisipan euro. Selain itu Bank Sentral Eropa sebagai koordinator kebijakan moneter dianggap perlu menggariskan kebijakan yang tidak hanya mendukung stabilitas harga tetapi juga mendukung kebijakan makro ekonomi pada tingkat UE

Dalam membahas globalisasi Forum sepakat bahwa globalisasi adalah proses yang sudah berjalan yang tidak mungkin diredam. Dampak positif tidak hanya dirasakan oleh negara maju, tetapi juga negara kecil/berkembang. Namun tidak diingkari globaliasi juga diikuti oleh social exclusion dan pelebaran kesenjangan ekonomi. Oleh karena itu Forum menilai bahwa kebijakan ekonomi negara maju perlu memperhatikan isu social exclusion dan kesenjangan ekonomi agar dampak kebijakan tidak meredam kesempatan negara kecil/berkembang untuk berpatisipasi dalam globalisasi. Dengan demikian kiranya berbagai forum dialog internasional seperti negosiasi WTO, World Bank, IMF dan lainnya tidak terus mendapat tantangan negatif dari kelompok-kelompok anti globalisasi.

Mengenai dampak proses usia lanjut pada perekonomian UE, diperkirakan bahwa tanpa upaya antisipasi pada tahun 2050 UE dihadapkan pada situasi komposisi penduduk usia pensiun (55 tahun) yang jauh lebih besar dari penduduk usia kerja sebagai dampak dari angka kelahiran yang rendah selama dua dekade terakhir. Lalu, siapa yang akan menyokong motor penggerak ekonomi? Untuk mengantasi hal tersebut Forum menilai perlunya peningkatan produktifitas terutama dalam hal kualitas, dengan didukung oleh peningkatan mobilitas pekerja antar sektor.

Namun masalah yang lebih kritis adalah isu dana pensiun.   Dengan  sistem  jaminan  sosial  saat   ini,   dana pensiun yang disisihkan oleh para pekerja sekarang, tidak cukup untuk menjamin mereka pada usia pensiun. Untuk itu Komisi Eropa menilai perlunya reformasi sistem jaminan sosial, meningkatkan usia pensiun, meningkatkan dan meningkatkan kesadaran menabung untuk usia tua. Untuk itu perlu kerjasama yang baik dengan serikat buruh sebagai agar tercapai pemahaman yang tuntas mengenai situasi dan prospek krisis yang akan dihadapi UE.



 
email this pageprint this page