 |
Berita Ekonomi (April 2003) Komisi Eropa telah mensahkan keputusan bantuan kemanusian darurat sebesar €10 juta untuk korban konflik di Irak, guna mengatasi masalah kekurangan sarana medis. Keputusan ini merupakan tanggapan UE atas dampak runtuhnya regim di Irak yang memepengaruhi semua lapisan kehidupan sipil. Bantuan ini merupakan kerjasama negara-negara anggota UE dengan Komisi Eropa, dan akan disalurkan melalui kantor bantuan kemanusian UE ECHO (European Commission Humanitarian Office).
Komisioner UE Urusan Bantuan Kemanusiaan, Poul Nielson mengatakan bantuan akan difokuskan untuk menangani korban anak-anak di Irak dan jika perlu akan dilakukan evakuasi medis ke negara anggota UE jika sarana pengobatan yang diperlukan tidak tersedia. Komisoner Nielson mengatakan Rumah Sakit di Irak mengalami kekurangan suplai oxigen cair dan sarana anastesi yang diperlukan untuk melakukan operasi. Mengaktifkan kembali sumber energi listrik dan saluran air juga dianggap prioritas utama. Dana €10 juta tersebut akan disalurkan untuk:
-
Penyediaan suplai medis dan higienis bagi berbagai sarana pelayanan kesehatan. Bantuan pertama akan disalurkan melalui jalur udara;
-
Rehabilitasi darurat sarana yang dijarah massa, termasuk perbaikan sarana air bersih dan listrik;
-
Mendukung jasa layanan darurat dan operasi, termasuk kemungkinan transfer pasien ke negara anggota UE;
-
Mendukung fasilitas kesehatan termasuk membuat rumah sakit darurat; dan
-
Pemberian vaksinasi massal.
Dana bantuan sebesar €10 juta tersebut merupaan bagian dari paket bantuan kemanusiaan senilai €100 juta yang diumumkan oleh Komisi Eropa pada tanggal 20 Maret 2003. Dalam pelaksanaan bantuan ECHO bekerjasama dengan berbagai mitranya yaitu: Médecin du Monde (Spanyol dan Yunani), Médecin sans Frotièr (Belgia), Aidé Medicale Internationale dan Première Urgence (Perancis), CARE (Inggris), Red Cross Family dan UNICEF. Alokasi anggaran ditetapkan berdasarkan kebutuhan serta proses evaluasi dari para mitra mengenai kondisi di Irak.
Sumber: European Commission, IP/03/554, 22 April 2003, Commission decides to airlift first part of emergency aid to Iraq

| |