 |
Berita ASEAN/ASEM (April 2003) Perselisihan antara masyarakat Sinhala dan Tamil yang bermula pada tahun 1983 menyebabkan terjadinya arus perpindahan manusia besar-besaran. Sebelum adanya gencatan senjata pada bulan Pebruari 2002, sebanyak 230 ribu orang yang terusir dari kampung halamannya yang saat ini hidup di bagian Utara dan Timur laut Sri Lanka akan kembali ke daerah asal mereka. Sementara itu 65 ribu orang lagi masih ditampung dalam kamp di Tamil Nadu (India).
Komisi Eropa, melalui Kantor Urusan Kemanusiaan-nya (ECHO) yang bertanggung jawab langsung kepada Komisioner UE Urusan Kemanusiaan, Poul Nielson, telah menetapkan bantuan sebesar €6 juta untuk menolong para pengungsi tersebut yang difokuskan antara lain untuk: meningkatkan kewaspadaan para pengungsi akan bahaya ranjau darat; menyediakan bantuan untuk masyarakat yang paling rentan; dan meneruskan bantuan kemanusiaan untuk 65 ribu pengungsi Tamil di India. Bantuan tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi selama satu tahun.
ECHO mengusulkan agar program bantuan didasari oleh tingkat kerentanan masyarakatnya dan urgency keadaan. Hingga saat ini bantuan ECHO untuk Sri Lanka sejak tahun 2001 telah mencapai €15 juta.

| |