 |
Berita ASEAN/ASEM (April 2003) Dalam pertemuan dengan para Menteri Ekonomi dan Perdagangan ASEAN tanggal 3 - 5 April 2003 di Laos, Komisioner Urusan Perdagangan UE, Pascal Lamy, membicarakan rencana kerjasama perdagangan dengan ASEAN. Dalam kesempatan itu Komisioner Lamy juga mendesak Thailand dan Malaysia agar ikut ambil bagian secara aktif dalam perundingan-perundingan WTO mengenai liberalisasi pasar yang akan memberikan banyak keuntungan kepada dua negara tersebut.
Lamy menyampaikan rencananya untuk menghapuskan hambatan-hambatan perdagangan dengan UE dalam perundingan yang akan difokuskan kepada isu-isu mengenai peraturan seperti masalah kesehatan, standar kebersihan dan hak paten tersebut. Sedangkan untuk masalah tarif dan kuota impor akan dibicarakan dalam putaran WTO Doha. Lamy menghendaki agar pembicaraan lebih menjurus kepada kerjasama perdagangan dari pada free trade agreement, yang mencakup masalah kesepakatan bersama mengenai standar kesehatan dan kebersihan untuk produk pertanian.
Para menteri perdagangan ASEAN juga berikrar untuk mempererat kerjasama antara negara guna menghadapi tantangan-tantangan masalah regional seperti perang di Irak dan wabah SARS.
Untuk masalah WTO, Pascal Lamy menyatakan kekecewaanya atas kegagalan WTO mencapai kesepakatan mengenai modalities untuk perundingan masalah pertanian di Doha, hingga deadline tanggal 31 Maret 2003. Namun dikatakan bahwa kegagalan tersebut bukan merupakan kegagalan untuk semua perundingan. Saat ini negosiasi dalam sektor lain tetap berjalan sepenuhnya, dan banyak kemajuan yang telah dicapai dalam penentuan posisi dan pencapaian kesepakatan dalam sektor-sektor seperti: pertanian, akses pasar untuk produk non-pertanian, jasa, akses untuk obat-obatan, investasi dan kompetisi.
Komisoner Lamy mengatakan bahwa Thailand dan UE mempunyai kepentingan yang sama dalam tiga komponen pada putaran Doha, yaitu: integrasi negara-negara berkembang; akses pasar; dan jaminan untuk menerapkan ketentuan WTO yang ada sekarang secara adil. UE menginginkan adanya solusi secara multilateral dalam masalah akses terhadap obat-obatan dan hak paten intelektual, disamping diperlukan adanya peningkatan dalam masalah perbedaan perlakuan terhadap negara berkembang. Disamping itu UE mendukung hasil yang dapat membantu meningkatkan integrasi negara-negara berkembang ke dalam sistem perdagangan dunia, bukan yang akan mengarah pada sistem two-tier atau three-tier. Ditambahkan bahwa Thailand akan banyak mendapat keuntungan jika ikut bergabung dalam investment framework yang diajukan UE kepada WTO.
Ketika berbicara didepan Federation of Malaysian Manufacturers di Kuala Lumpur, Komisioner Lamy mengatakan bahwa UE dan Malaysia mempunyai kepentingan yang sama untuk meningkatkan negosiasi mengenai akses pasar dan perkembangan peraturan-peraturan. Keberhasilan putaran Doha menjadi lebih dibutuhkan dalam siatuasi politik dan keadaan perekonomian yang tidak menentu seperti saat ini. Perkembangan peraturan mengenai investasi dapat membantu menjadikan Malaysia tempat yang menarik bagi para investor asing.
| |