Contact | Search | Disclaimer 
Back to home page

  Editorial Lengkap  -  Fokus Lengkap  -  Agustus  -  Juli  -  Juni  -  Mei  -  April  -  Maret  
  Februari  

Berita Ekonomi   (Mei 2003)

Perkembangan Ekonomi UE

Pertumbuhan Ekonomi

Pada bulan Mei 2003 Komisi Eropa menerbitkan angka revisi perkiraan perumbuhan PDB Zona Euro dan UE-15 berdasarkan 'indicator-based model' dari ECOFIN. Perkiraan dimaksud menunjukkan pertumbuhan PDB Zona Euro dan UE-15 selama kuartal I 2003 adalah +0,0% (stabil) dibanding +0,8% dan 1,0% (kuartal I 2002). Untuk kuartal II/2003 dan kuartal III/2003 Direktorat Ekonomi dan Keuangan Komisi Eropa memperkirakan pertumbuhan PDB untuk kawasan euro akan berkisar antara 0% (stagnant) sampai 0,4%. (Sumber:  European Commission IP/03/529 & 687, 10 April 2003)

Inflasi

Data Eurostat pada bulan Mei 2003 menunjukkan inflasi tahunan Zona Euro pada bulan April 2003 turun menjadi 2,1% dari 2,4% (Maret 2003), demikian pula inflasi UE-15 pada bulan Mei 2003 turun menjadi dari 2,3% pada bulan Februari 2003 (2,3%) . Pada bulan April 2003, inflasi tertinggi tercatat di Irlandia  (4,6%),  Portugal (3,7%), dan Yunani (3,3%), sedangkan inflasi terendah tercatat di Jerman (1,0%), Austria (1,2%) dan Finlandia (1,3%).

Dibanding bulan Maret 2003, inflasi turun di 13 negara, naik di satu negara. Dibanding Maret 2002, penurunan relatif terbesar tercatat di Finlandia (2,6% menjadi 1,3%), dan Belanda (4,2% menjadi 2,5%), dan Jerman (1,5% menjadi 1,0%); sedangkan kenaikan relatif terbesar tercatat di Luksemburg (1,9% menjadi 3,0%), Italia (2,5% menjadi 3,0%) dan Portugal (3,5% menjadi 3,7%). Selama periode Maret 2002/2003, inflasi rata-rata terrendah tercatat di Jerman (1,1%), Belgia (1,3%); Austria dan Finlandia (masing-masing1,7%), sedangkan tertinggi tercatat di Irlandia (4,7%), Portugal (3,8%) serta Yunani   dan   Spanyol   (masing-masing   3,7%).  (Sumber:  Eurostat, STAT/03/56, 16 Mei 2003)

Inflasi Tahunan (year-on-year) (%)

 

April 2003
April 2002

Maret 2003
Maret 2002

April 2002
April 2001

Belgia

1.4

1.7

1.7

Jerman

1.0

1.2

1.5

Yunani

3.3

3.9

4.1

Spanyol

3.2

3.7

3.7

Perancis

1.9p

2.6

2.1

Irlandia

4.6

4.9

5.0

Italia

3.0p

2.9

2.5

Luksemburg

3.0

3.7

1.9

Belanda

2.5p

3.1

4.2

Austria

1.2p

1.8

1.7

Portugal

3.7

3.8

3.5

Finlandia

1.3

1.9

2.6

Zona Euro

2.1p

2.4

2.3

       

Denmark

2.5

2.8

2.3

Swedia

2.3

2.9

2.2

Inggris

:

1.6

1.3

UE-15

1.9p

2.3

2.1

Sumber: Eurostat – p: provisioinal - r:revised

Tingkat Pengangguran

Data Eurostat pada awal Mei 2003 menunjukkan tingkat pengangguran Zona Euro pada bulan Maret 2003 adalah 8,7% dibanding 8,6% (Februari 2003), dan 8,2% (Februari 2002). Sedangkan di UE-15 tingkat pengangguran adalah 7,9% sama dengan bulan Februari 2002, namun naik dibanding bulan Februari 2002 (7,5%). Pada bulan Maret 2003, pengangguran terendah tercatat di Luksemburg (3,4%), Belanda (3,6%-Februari), Austria (4,3%), Irlandia (4,5%), Denmark (5,0%-Februari). Spanyol masih mencatat angka pengangguran tertinggi (11,5%).

Selama Februari 2002/2003, sebelas negara mencatat kenaikan pengangguran. Diantaranya, Portugal (4,4% menjadi 7,0%), Belanda (2,4% menjadi 3,6%-Februari) dan Luksemburg (2,5% menjadi 3,4%); sedangkan penurunan tercatat di Finlandia (9,2% menjadi 9,1%). Pengangguran pria di Zona Euro meningkat dari 7,0% menjadi 7,6%, dan pengangguran wanita meningkat dari 9,7% menjadi 10,1%. Di kawasan UE-15 pengangguran pria meningkat dari 6,7% menjadi 7,2 % dan pengangguran wanita meningkat dari 8,6% menjadi 8,9%.

Pada bulan Februari 2003, tingkat pengangguran di bawah usia 25 tahun tercatat sebesar 17% (Zona Euro) dan 15,7% (UE-15) dibanding 15,9% dan 14,8% pada bulan Maret 2002. Angka pengangguran kelompok umur ini   berkisar   antara   7,0%   (Austria)  sampai  23,1%  (di Spanyol). Eurostat memperkirakan pada bulan Maret 2003 terdapat 12,2 juta penganggur pria dan wanita di Zona Euro dan 14,1 juta di kawasan UE-15. (Sumber: Eurostat, 52/2003, 6 Mei 2003).

Tingkat Pengangguran (%)

 

Maret 2003

Februari 2003

UE - 15

7.9

7.9

Euro-zone

8.7

8.6

Luksemburg

3.4

3.3

Belanda

:

3.6

Austria

4.3

4.2

Irlandia

4.5

4.5

Denmark

:

5.0

Swedia

5.3

5.2

Portugal

7.0

6.8

Belgia

7.8

7.7

Jerman

8.9

8.8

Perancis

9.1

9.0

Finlandia

9.1

9.1

Italia

:

:

Spain

11.5

11.5

Inggris

:

:

Yunani

:

:

Sumber: Eurostat,(:) data not avalable

Neraca Perdagangan

Data Eurostat pada akhir Mei 2003 menunjukan perkiraan neraca perdagangan Zona Euro (UE-12) untuk Maret 2003 surplus €1,6 miliar dibanding surplus €11,0 miliar (Maret'02). Angka revisi untuk bulan Februari 2003 adalah surplus €5,2 miliar, dibanding surplus €7,0 miliar (Februari 2002). Untuk UE-15, neraca perdagangan bulan Maret  2003  diperkirakan   defisit  €7,2 miliar,  dibanding defisit €2,5 miliar (Maret 2002). Angka revisi untuk bulan Februari 2003 adalah defisit €3,2 miliar, dibanding defisit €1,4 miliar (Februari 2002). (Sumber: Eurostat, STAT/03/59, 21 Mei 2003)

Neraca Perdagangan (miliar Euro)

Zona Euro

Mar

2003

Mar

2002

Feb

2003

Feb

2002

Jan-Mar

2003

Jan-Mar

2002

Ekspor

87.2

93.1

84.0 r

84.5

253.4

258.9

Impor

85.6

82.1

78.9 r

77.4

247.8

239.8

Neraca

1.6

11.5

5.2 r

7.0

5.7

19.1

UE-15

           

Ekspor

77.8

84.6

75.8 r

77.1

229.4

236.1

Impor

85.0

82.1

78.9 r

78.5

248.7

242.1

Neraca

-7.2

2.5

-3.2 r

-1.4

-19.4

-6.0

Sumber: Eurostat – r : revised

Euro

Pada minggu ketiga bulan Mei 2003, nilai tukar euro terhadap dollar AS mencapai US$ 1,1738, mendekati nilai euro pada saat diluncurkan tahun 1999 ($1,1742), meningkat hampir 12% sejak awal tahun ini (€1=0.US$ 0.9407). Oleh beberapa pengamat, kenaikan nilai tukar euro terhadap dollar AS mulanya dianggap sementara sebagai dampak dari krisis di Irak. Namun setelah krisis mulai berakhir, nilai tukar euro terhadap dollar AS terus meningkat. Peningkatan nilai tukar tersebut lebih mencerminkan posisi dollar AS yang lemah ketimbang posisi euro yang kuat. Pola dinamika nilai tukar euro terhadap dollar AS masih sulit untuk diperkirakan karena euro masih sangat muda dan belum cukup data historis. Posisi dollar AS saat ini adalah hasil dari 'weak dollar policy' dari pihak AS sendiri, dan dengan kondisi perekonomian AS saat ini, dollar AS yang lebih disukai oleh para pengusaha dan eksportir AS, karena hal ini akan medorong meningkatkan ekspor AS (ekspor menjadi murah).



 
email this pageprint this page