Contact | Search | Disclaimer 
Back to home page

  Editorial Lengkap  -  Fokus Lengkap  -  Agustus  -  Juli  -  Juni  -  Mei  -  April  -  Maret  
  Februari  

Buletin PRI-ME, Edisi Juli 2003, Vol. IV, No. 7

EDITORIAL

Trans Regional EU-ASEAN Trade Initiative (TREATI) oleh Sondang Anggraini

ASEAN dan Uni Eropa telah melakukan  kerjasama cukup  lama  di  bawah  payung  EU-ASEAN Cooperation Agreement yang ditandatangani pada tahun 1980. Namun demikian di bidang perdagangan kerjasama tersebut dipandang oleh UE masih kurang memuaskan. Apalagi saat ini UE telah memiliki berbagai kerjasama antar kawasan dengan beberapa mitranya seperti Mercosur, Meksiko dan Kanada. Oleh sebab itu dalam pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN-UE di Brussel bulan Januari 2003, Komisioner Perdagangan Pascal Lamy melakukan intervensi dengan menyampaikan suatu konsep inisiatif kerjasama UE-ASEAN di bidang perdagangan dan investasi dimasa yang akan datang.

FOKUS

Prioritas  Presidensi  Itali oleh Agus Sardjana

Sejalan dengan sistem rotasi setiap enam bulan sekali, Presidensi Dewan Uni Eropa telah diserahterimakan dari Yunani kepada Itali mulai bulan Juli 2003. Dalam kaitan ini,  para pejabat Pemerintah Itali pada bulan pertama dari masa tugasnya, telah mempresentasikan program kerja Presidensinya  untuk periode 1 Juli-31 Desember 2003 ke berbagai kalangan UE dan masyarakat luas termasuk oleh PM Itali sendiri,  Silvio Berlusconi, di Parlemen Eropa, Strasbourg pada tanggal 2 Juli 2003. Program Kerja Presidensi Itali Dewan Uni Eropa yang dituangkan dalam dokumen  berjudul "Europe: Citizens of  A Shared Dream " memuat sejumlah prioritas tujuan yang ingin dicapainya  dalam enam bulan mendatang serta berbagai langkah untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut.

WTO dan Kepentingan Indonesia oleh Deny Kurnia

Sesuai amanat Pertemuan Doha tahun 2001, Konferensi Tingkat Menteri (KTM) World Trade Organization (WTO) di Cancun tanggal 9-14 September  2003 dirancang untuk memenuhi kebutuhan negara berkembang atas sistem perdagangan yang lebih adil, setelah berbagai perundingan di masa lalu dipandang gagal mengakomodasi kebutuhan mereka.  Berambisi menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang mendorong keadilan, KTM Cancun tentu memiliki keterbatasan kemampuan dalam memenuhi harapan seluruh negara berkembang. Bagaimanapun, perjalanan WTO akan tetap dikendalikan negara-negara maju yang cenderung membiarkan keuntungan perdagangan global dinikmati secara tidak merata.

POLITIK

EKONOMI

PERINDUSTRIAN & PERDAGANGAN

PERTANIAN

ASEAN/ASEM


ARSIP



 
email this pageprint this page