Berita Ekonomi (Januari 2003) Komisi Eropa baru saja mensahkan sejumlah keputusan bantuan kemanusiaan berjumlah hampir €17 juta untuk pencegahan bencana dan relief activities di berbagai kawasan krisis yang akan disalurkan melalui European Humanitarian Aid Office (ECHO). Proyek ini dibiayai oleh dana Disaster Preparedness Programme (DIPECHO) yang dirancang untuk memberdayakan kemampuan lokal dalam menangani bencana alam. Proyek akan berjalan sekitar satu tahun, dan akan mecakup kegiatan-kegiatan seperti menciptakan early warning system, kursus pelatihan bagi staf lokal dan sukarelawan dan peningkatan kepahaman.
Di kawasan Asia Tenggara, dana ECHO akan diberikan kepada Vietnam, Laos, Kamboja, Philipina, Indonesia dan Thailand yang tinggi risiko bencana angin ribut, banjir, kebakaran hutan, dan kemarau panjang. Di kawasan Amerika Tengah, dana akan diberikan kepada Nicaragua, Honduras, El Savador, Guatemala dan Costa Rica dalam menghadapi risiko kemarau panjang, hurricane, gunung meletus, banjir dan tanah longor.
Dalam kerangka bantuan relief activities, Indonesia mendapat bantuan sejumlah €2 juta. UE melihat Indonesia yang sejak tahun 1997 mengalami berbagai krisis masalah lingkungan, keuangan, politik dan sosial dinilai memerlukan peningkatan bantuan kemanusian yang cukup signifikan. Konflik antar suku dan agama di beberapa daerah telah menyebabkan sekitar 1,3 juta orang kehilangan tempat tinggalnya. Pada tahun 1997, kemarau panjang sebagai dampak El Niño telah menambah penderitaan penduduk, dan diperkirakan pada tahun 2003, masih terdapat risiko El Niño mendatangkan bencana bagi penduduk.
Keputusan bantuan ini ditujukan kepada internally displaced people (IDP) dan keluarga-keluarga yang terancaman kemarau panjang. Bagi IDP, berbagai pusat informasi akan dibentuk sehingga mereka dapat lebih mengerti mengenai hak mereka dan kemungkinan pilihan relokasi tempat tinggal. Dukungan juga akan diberikan untuk penelitian dan pelatihan dengan fokus perlindungan wanita dan anak-anak di daerah-derah konflik. Mengenai masalah kemarau panjang, dana telah dialokasikan bagi konstruksi atau rehabilitasi sistim irigasi dan sanitasi dan untuk distribusi alat dan benih tanaman bagi keluarga yang menghadapi risiko ancaman bencana yang tinggi.
Secara terpisah UE juga mengeluarkan keputusan untuk masing-masing negara berikut: Vietnam (€0,95 juta -disaster prevention); Mynmar (€1,5 juta - relief activities); Guinea, Sierra Leon dan Liberia (€2 juta - relief activities); Pengungsi Burma di Thailand (€0,5 juta - relief activites), Nepal (€1,675 juta- relief activities); Guatemala, El Salvador, Honduras, Nicaragua (€2 juta - disaster prevention).
Sumber: European Commission, IP/03/34, 13 Januari 2003
Disclaimer The Mission accepts no responsibility for checking the accuracy of information accessed through this site and therefore makes no representation concerning its completeness, truth, accuracy, or its suitability for any particular purpose. Users are advised to rely on their own independent investigations. |