Last modification : 09/04/2003 14:44:48
  

Berita Perindustrian dan Perdagangan   (Februari 2003)

Perdagangan dan Pembangunan

Pada tanggal 18 September 2002 Komisi Eropa menyampaikan komunikasi kepada Council dan Parlemen Eropa mengenai Trade and Development: Assisting Developing Countries to Benefit from  Trade.  Sebagai tindak lanjutnya pada  tanggal 10 Februari 2003, Komisioner Perdagangan Pascal Lamy dan Komisioner Bantuan Pembangunan dan Kemanusiaan Paul Nielsen menyampaikan berbagai brosur mengenai gambaran keberhasilan perdagangan UE dan kebijakan bantuan bagi negara berkembang. Brosur tersebut memperlihatkan contoh-contoh dimana bantuan yang dikaitkan dengan perdagangan telah membantu negara berkembang meningkatkan arus perdagangan dan kontribusi bagi pembangunan nasional negara berkembang. Kasus-kasus yang diperlihatkan mencakup sejumlah besar negara berkembang di benua yang berbeda. Selama periode 1996-2001 sejumlah €640 juta telah dikeluarkan di 117 negara bagi proyek-proyek terkait. Dalam hal pembagian berdasarkan kawasan, 61% bantuan diberikan untuk Afrika, Karibia dan Pasifik (ACP), 14% untuk Amerika Latin, 12% Mediterania, dan 13% ke Asia. Sejumlah 60% proyek dilaksanakan berdasarkan kawasan (regional) dan 40% untuk negara (nasional). Contoh-contoh bervariasi dari produk-produk yang dikembangkan dimana negara lain ingin mengimpor, sampai membuat produk tersebut mudah bagi pedagang untuk memperoleh keuntungan dari kesempatan yang ditawarkan oleh sistem perdagangan multilateral (pertemuan teknis internasional dan standar phytosanitary, sertifikasi, proses dan administrasi kepabeanan) atau capacity building (training dan kemampuan bernegosiasi).

Dalam rangka meningkatan akses negara berkembang di pasar UE, Komisi saat ini sedang mempersiapkan suatu bagian (Help Desk) yang memfasilitasi ekspor negara berkembang. Help Desk ini akan mulai berfungsi secara operasional pada tahun 2003, yang akan memberikan informasi praktis yang komprehensif mengenai persyaratan impor UE yang disediakan bagi perusahaan dan pemerintah di negara berkembang dan menjawab secara cepat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh eksportir di negara berkembang.

Mekanisme ini diperkirakan akan menambah keuntungan bagi eksportir di negara berkembang  dari akses skema preferensi yang diberikan oleh UE (GSP, bilateral preferential agreements, duty dan quota akses pasar bebas bagi least developed countries [LDCs] melalui inisiatif Everything but Arms).




Disclaimer
The Mission accepts no responsibility for checking the accuracy of information accessed through this site and therefore makes no representation concerning its completeness, truth, accuracy, or its suitability for any particular purpose. Users are advised to rely on their own independent investigations.