Last modification : 08/25/2003 21:24:41
  

Perluasan keanggotaan

Proses persiapan dalam rangka perluasaan keanggotaan UE (enlargement) dari 15 menjadi 25 negara telah dilakukan dengan target bahwa pada tahun 2004 jumlah negara anggota UE menjadi 25 negara. Proses negosiasi UE dengan ke-10 negara kandidat telah rampung pada tanggal 13 Desember 2002 (kecuali mengenai isu reunifikasi Cyprus), setelah melalui proses perundingan yang alot mengingat keharusan negara-negara kandidat untuk memenuhi seluruh ketentuan perundangan UE serta menyepakati proporsi kontribusi keuangan masing-masing pihak. Isu-isu yang sulit terutama menyangkut alokasi subsidi pertanian, pembangunan wilayah (structural funds), serta persyaratan Pasar Internal UE (khususnya pergerakan tenaga kerja).

KTT UE Kopenhagen tanggal 12-13 Desember 2002 memutuskan untuk menerima keanggotaan 10 negara aplikan (Siprus, Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Lithuania, Malta, Polandia, Republik Slovakia dan Slovenia) mulai 1 Mei 2004, sehingga pada tahun tersebut UE akan beranggotakan 25 negara. Untuk mencapai sasaran itu, UE mulai saat ini mengarahkan upayanya pada penyelesaian rancangan traktat aksesi (accession treaty) agar dapat disampaikan kepada Komisi Eropa untuk mendapat tanggapan dan kemudian, kepada Parlemen Eropa untuk memperoleh persetujuan, sehingga traktat tersebut diharapkan dapat ditandatangani pada tanggal 16 april 2003 di Athena. KTT juga memutuskan akan menerima keanggotaan
Bulgaria dan Romania yang saat ini masih dalam proses perundingan aksesi, pada tahun 2007. Sementara itu, Turki masih didorong untuk melakukan reformasi politik dan ekonomi dalam negerinya agar memenuhi kriteria standar UE (Copenhagen criteria) dan jadwal perundingan aksesi dengan negara tersebut baru dapat ditentukan pada KTT UE tahun 2004 mendatang.




Disclaimer
The Mission accepts no responsibility for checking the accuracy of information accessed through this site and therefore makes no representation concerning its completeness, truth, accuracy, or its suitability for any particular purpose. Users are advised to rely on their own independent investigations.